Breaking News:

Berita Minut

Prosesi Adat Dumia Umbanua Dilakukan di Desa Laikit, Beri Pesan untuk Warga Minut

Prosesi adat Dumia Umbanua di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, provinsi Sulut Selasa (11/1/2022) mengirim pesan penting

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Arthur Rompis/Tribunmanado
Prosesi adat dumia umbanua 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Prosesi adat Dumia Umbanua di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, provinsi Sulut Selasa (11/1/2022) mengirim pesan penting bagi Minahasa Utara.

Terungkap dari leluhur melalui seorang perantara saat tahapan melihat hati babi di awal prosesi, penambangan batu di kaki gunung Klabat harus dihentikan.

Terungkap pula, perambahan hutan juga musti dihentikan karena dapat menyebabkan banjir. Pesan lainnya adalah tentang Pilhut, kedamaian dan rezeki.

"Rezeki itu ada, tapi harus bekerja dan berdoa," begitu pesan leluhur dengan bahasa Tonsea.

Pesan disampaikan setelah para tetua kampung melihat hati babi.

Hati babi ditaruh atas piring kemudian dilihat secara berganti ganti.

Babi yang disembelih adalah babi hitam yang tidak bercacat.

Dumia Umbanua adalah tradisi bersih kampung yang dilaksanakan pada bulan pertama di tahun yang baru.

Tujuannya adalah meminta pertolongan dari Tuhan agar di tahun yang baru beroleh beroleh berkat dan perlindungan.

Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, tradisi ini berusia ribuan tahun dan merupakan tradisi tua Minahasa yang sudah punah. Kecuali di desa Laikit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved