Breaking News:

Tribun Travel

Ngopi di Kedai Lyfe Kota Manado, Nikmati Sensasi Semerbak Harum Proses Sangrai Biji Kopi

Sumber keharuman itu berasal dari ruangan sekitar 2x3 meter, tempat di mana biji kopi diproses dengan cara disangrai (roastery) dengan mesin otomatis.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alpen Martinus
Tribun Manado/Ryo Noor
Kedai Kopi Lyfe 

manado.TRIBUNMANADO.CO.ID- Lyfe, kedai kopi di bilangan Jalan Sudirman, Komo Luar, Kota Manado memanjakan para penikmat kopi. Mengandalkan produk olahan biji kopi yang disangrai sendiri. Dulunya kedai ini bernama Old House Coffee.

Semerbak khas biji kopi langsung hinggap di hidung kala memasuki Rumah Kopi Lyfe.

Sumber keharuman itu berasal dari ruangan sekitar 2x3 meter, tempat di mana biji kopi diproses dengan cara disangrai (roastery) dengan mesin otomatis.

Baca juga: Ramai Pengunjung, Rumah Kopi Esa Mokan Jadi Tempat Nongkrong Favorite Warga Tondano

Kedai Kopi Lyfe
Kedai Kopi Lyfe (Tribun Manado/Ryo Noor)

Ruangan itu bagian dari Kedai Kopi Lyfe. Proses sangrai itu pun membuat semerbak harum kopi menyebar di seentero kedai, menjadikan sensasi tersendiri menikmati kopi. Proses sangrai ini pun bisa saksikan langsung pengunjung.

Renato, Owner Lyfe pun terpantau sedang sibuk menyangrai biji kopi.

Ruangan itu pun terasa hangat, akibat proses sangrai biji kopi di dalam mesin.

Setiap prosesnya tidak luput dari perhatian Renato.

Baca juga: Kisah Rumah Kopi Cahaya Timur, Disebut Rumah Kopi Tertua di Kota Manado, Buka Sejak Pukul 2 Pagi

Di dalam ruangan itu berjejal ember-ember besar dipenuhi biji kopi. Menurut Renato, biji kopi tersebut didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Semisal Gayo, Aceh, dan Toraja, ada juga biji kopi lokal semisal yang lagi naik daun saat ini Minahasa Koya.

Biji kopi yang disangrai ini, tidak hanya untuk keperluan rumah kopi Lyfe, namun hasil olahan sangrai biji kopi di jual ke konsumen secara luas. Renato bahkan punya merek tersendiri produk biji kopinya dinamainya Refaco Roastery.

Olahan biji kopi ini disebut blend, di mana ada resep khusus campuran biji kopi, perpaduan arabica dan robusta.

Baca juga: Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka, Berikut Harga Kopi di Rumah Kopi Tikala Kota Manado

"Kita punya 3 jenis blend. Pertama, komposisinya robusta 30 persen dan arabica 70 persen. Kedua, ada yang 60 persen arabica, dan 40 persen robusta. Ketiga, ada yang 40 persen arabica dan 60 persen robusta," katanya kepada tribunmanado.co.id.

Menurut Renato, kebanyakan pelanggan produknya, para pengelola kedai kopi, tidak hanya di Manado, namun produk olahan biji kopinya sudah merambah hingga ke luar daerah. Ia juga melayani proses sangrai biji kopi sesuai orderan.

Sore hari itu, kedai Kopinya sedang ramai pengunjung.

Ada perubahan dari konsep kedainya, dulunya bernama Old House Coffee. Kedai itu menempati rumah tempo dulu. Konsep awalnya, rumah tua itu dijadikan ciri khas kedai kopinya.

Belakangan, Renato memilih untuk mengubah konsep kedai kopi lebih modern, penyajian kopinya tak lagi tradisional tapi diubah lebih mengikuti perkembangan kekiniian. Termasuk mengubah nama kedainya menjadi Lyfe. (ryo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved