Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bitung

Smart City, Bagian dari Visi Misi Maurits dan Hengky di Bitung

Dewan Bitung Kota Digital dan Tim Teknis Bitung Kota Digital, nantinya akan mendorong percepatan Bitung menjadi kota cerdas atau smart city.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
SD GMIM 23 Girian Atas mengikuti Apel Perdana Pemkot Bitung secara virtual dari sekolah beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota Bitung merespon permintaan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Permintaan yang dimaksud yakni menyiapkan master plant smart city atau kota cerdas.

Di mana tahun 2022 kota Bitung merupakan satu-satunya daerah di Sulut yang masuk gerakan menuju smart city.

Duet kepemimpinan Maurits Mantiri Wali kota Bitung dan Hengky Honandar Wakil walikota, dalam keterangannya bilang gambaran master plant sudah tertuang dalam visi misi walikota dan wakil walikota.

"Pak wali dan wakil, dalam kampanyenya menyampaikan visi dan misinya, akan membawa Bitung kota digital.

Nah,tinggal di sinkronkan atau kalau ada jika penambahan atau perubahan dalam master plant itu hanya sedikit,” jelas Ir Rudy Theno mantan Kadis Kominfo Bitung, Jumat (7/1/2022).

Lanjut Rudy Theno, Kepala Dinas PUPr Kota Bitung, yang juga selaku ketua tim teknis Bitung Kota Digital.

Keberadaan dokumen Bitung kota digital, sudah disiapkan dari tahun lalu hingga Kamis kemarin sudah membentuk dewan bitung kota digital dan tim teknis bitung kota digital.

Dewan Bitung Kota Digital dan Tim Teknis Bitung Kota Digital, nantinya akan mendorong percepatan Bitung menjadi kota cerdas atau smart city.

Diapun mengutip pernyataan dari menteri Kominfo jika smart city yang dimaksud bukanlah melulu soal tehnologi. 

"Smart City itu bukan berarti membeli teknologi, komputer atau aplikasi,  melainkan melayani masyarakat dengan lebih baik.

Fokusnya adalah bagaimana kita mengubah proses bisnis dan tata cara pemerintah daerah dalam melayani.

Sedangkan jaringan, tekonologi, aplikasi itu hanya enabler atau pendukung,” kata dia.

Dia mencontohkan, satu diantara keunggulan dari kota cerdas adalah mendorong agar masyarakat tidak lagi mengunakan uang tunai atau cashless.

Sedangkan soal teknologi apa yang ingin dipakai, pemkot harus punya keberanian mendorong dunia usaha dan masyarakat untuk menggunakan teknologi-teknologi seperti QR code, e-banking, dan e-wallet,’ dalam setiap transaksinya.

Lanjutnya, turunan dari kota cerdas  adalah smart village atau kelurahan cerdas guna membangun kelurahan dan kawasan yang cerdas. 

Kata Rudy,  ada enam hal yang harus dilakukan, yaitu:

1. Branding desa: Mengembangkan brand desa sebagai motivasi dengan menciptakan potensi lokal berkelas global;

2. Hunian sehat: Terwujudnya hunian yang sehat untuk menghasilkan keluarga yang bahagia, sehat, dan cerdas;

3. Lingkungan sehat: Membangun tata lingkungan desa dan kawasan yang cerdas dan dikelola dengan baik dalam harmoni, merubah bencana menjadi manfaat;

4. Pemerintah desa cerdas: Membangun sistem penyelenggara administrasi pemerintahan yang cerdas;

5. Masyarakat cerdas: Pengembangan tata kemasyarakatan yang harmonis, cerdas, guyub, bahagia; dan

6. Ekonomi cerdas: Tata ekonomi masyarakat desa yang tangguh, cerdas, dan sejahtera. Mengembangkan tatanan ekonomi yang kemasyarakat dan badan usaha yang tangguh.

Stenly Karouw sekretaris Dewan Digital Kota Bitung, menambahkan terkait dengan Kota Bitung masuk ke gerakan  Smart City atau kota cerdas.

"Untuk tahun 2022 hanya kota Bitung yang lolos assesmen smart city, dilakukan Kementrian Kominfo di tahun sebelumnya dan penyampaian ini dalam surat resmi kami terima tadi," kata Stenly Karouw sektetaris dewan digital kota Bitung.

Stenly Karouw yang juga akademisi Unsrat Manado, sebelumnya sudah ada daerah di Sulut yang masuk smart city atau kota cerdas.

Ada kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa dan tahun 2022 ketambahan lagi kota cerdas di Sulut menjadi lima daerah.

Mener Stenly sapaannya jelaskan, terkait dengan apa itu kota cerdas atau smart city harus dipahami bahwa yang dibicarakan adalah soal pelayanan publik oleh pemerintah menggunakan teknologi informasi.

Dia memberikan contoh, di bawah kepemimpinan Maurits Mantiri Wali kota Bitung dan Hengky Honandar Wawali Bitung, ketika ada masalah di lapangan yang dialami masyarakat seperti jalan rusak atau berlubang.

Disampaikan atau dilapor lewat program Ruang Sepakat, yang disiarkan lewat facebook pemkot Bitung setiap tanggal 3 bulan berjalan.

"Nah, dari informasi dan penyampaian itu instansi terkait dalam hal ini PUPR lewat tim helm kuning yang dibentuk dalam waktu 1x24 jam menindak lanjuti," jelasnya.

Lagi Mner Stenly terangkan, menyangkut kota cerdas atau smart city, bukan seperti suasana atau kondisi kota besar di luar negeri yang di tonton di film Avengers, Iron Man dan film lainnya dengan kecanggilan kotanya.

Bentuk Smart city atau kota cerdas, tak hanya lewat program ruang sepakat, masyarakat bisa menyampaikan atau melapor banyak hal di call center 112 bebas pulsa.

Call center 112 bisa untuk laporan kebakaran, bencana alam, pohon tumbang,  macet hingga bisa menghubungi psikolog anak serta pelayanan publik untuk masyarakat.

Menghadapi dan mempersiapkan Bitung smart city, akan dilakukan pembenahan dan identifikasi serta perkuat layanan kota cerdas dan menambah layanan.

Semakin banyak layanan berbasis Teknologi semakin baik, karena bicara smart city ujungnya mengcrade layanan berbasis teknologi informasi ke masyarakat. (crz)

Akhirnya Terjawab Soal Siapa Ahli Waris Kekayaan Rieta Amilia, Bukan Nagita Slavina

Kapolda Sulut Siap Kawal dan Jamin Keamanan Pelaku UMKM: Jika Ada Gangguan Laporkan

Intip Rumah Mewah Rianti Cartwright yang Bergaya Khas Townhouse Amerika Serikat

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved