Breaking News:

Berita Sulut

Peningkatan Konsumsi Dorong Inflasi Akhir Tahun 2021 di Sulut

Tekanan inflasi kedua kota tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan November lalu yang masing-masing tercatat inflasi 0,03 persen.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Tekanan Inflasi di Kota Manado dan Kota Kotamobagu mengalami kenaikan cukup signifikan pada Desember 2021.

Indeks Harga Konsumen IHK Manado tercatat inflasi sebesar 0,95 persen (mtm).

Sedangkan IHK Kotamobagu tercatat inflasi sebesar 1,45 persen (mtm).

Tekanan inflasi kedua kota tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan November lalu yang masing-masing tercatat inflasi 0,03 persen (mtm) dan deflasi 0,53 persen (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat menyatakan, dengan demikian secara tahunan, inflasi Manado tercatat 2,65 persen (yoy) dan Kotamobagu  2,51 persen (yoy).

"Meski relatif lebih tinggi dibanding nasional yang tercatat mengalami inflasi tahunan sebesar 1,87 persen (yoy), tekanan inflasi Sulut pada tahun 2021 tersebut masih terkendali pada kisaran 3,0 ± 1  persen yoy," jelas Arbonas kepada tribunmanado.co.id, Selasa (04/01/2021).

Ia menjelaskan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau kembali menjadi penggerak utama inflasi di Sulut.

Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,87 persen (mtm) di Manado dan 1,32 (mtm) di Kotamobagu.

Di Manado, kenaikan harga kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau terutama terjadi pada komoditas cabai rawit yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,59 persen (mtm) pada inflasi umum Manado.

Berdasarkan data dari Survei Pantauan harga, harga rata-rata komoditas cabairawit di Kota Manado naik dari Rp 32.828 pada November menjadi Rp 66.231 pada bulan Desember 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved