Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Varian Omicron, Pertanda Akhir Covid-19?

Dalam percobaan pada tikus dan hamster, Omicron hanya menyebabkan dampak terbatas pada hidung, tenggorokan, dan trakea.

Editor: Rizali Posumah
SHUTTER STOCK
Ilustrasi Covid-19 atau Virus Corona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Varian Omicron disebut tidak menimbulkan efek parah seperti varian-varian sebelumnya.

Kabar yang beredar, menurut penelitian terakhir, varian ini bisa menjadi pertanda akhir dari Covid-19.

Benarkah? Hingga saat ini para ilmuan di bidangnya masih terus melakukan penelitian soal Covid-19.

Menurut 24h.com.vn, Minggu (2/1/22), dalam percobaan pada tikus dan hamster, Omicron hanya menyebabkan dampak terbatas pada hidung, tenggorokan, dan trakea.

Varian ini kurang berbahaya bagi paru-paru sedangkan yang pertama sering menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan sesak napas yang parah.

Kembali pada bulan November, ketika laporan pertama varian Omicron diterbitkan di Afrika Selatan, para ilmuwan hanya dapat memprediksi perbedaan dalam perilakunya dengan varian lain.

Yang mereka tahu hanyalah bahwa Omicron adalah kombinasi aneh dan mengkhawatirkan dari lebih dari 50 mutasi genetik.

Selama sebulan terakhir, lusinan kelompok penelitian telah mengamati patogen baru di laboratorium, memasukkan Omicron ke dalam sel di cawan petri dan menyemprotkan virus ke hidung hewan.

Sementara jumlah infeksi melonjak, rawat inap hanya meningkat sedikit.

Studi pasien awal menunjukkan bahwa Omicron cenderung menyebabkan penyakit parah daripada varian lain, terutama pada individu yang divaksinasi.

Namun, temuan itu ternyata tidak sepenuhnya benar.

Eksperimen hewan dapat membantu menjernihkan ambiguitas ini karena para ilmuwan memiliki kesempatan untuk menguji variasi Omicron pada hewan identik yang hidup dalam kondisi identik.

Lebih dari setengah lusin eksperimen yang diterbitkan dalam beberapa hari terakhir semuanya mengarah pada kesimpulan yang sama:

"Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta dan varian virus sebelumnya."

Pada tanggal 29 Desember, serangkaian ilmuwan Jepang dan Amerika menerbitkan laporan tentang hamster dan tikus yang terinfeksi varian Omicron atau salah satu varian sebelumnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved