Info BMKG
Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tinggi di Timur Sitaro Mulai 30 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022
Selain angin kencang yang disertai hujan berintensitas sedang hinggga lebat, kondisi gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di wilayah perairan Kabu
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Cuaca ekstrem masih terus membayangi wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) sejak beberapa pekan terakhir ini.
Selain angin kencang yang disertai hujan berintensitas sedang hinggga lebat, kondisi gelombang tinggi juga berpotensi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Sitaro.
Sebagaimana peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Bitung.
Di mana telah diinfokan, gelombang setinggi 2,5 meter sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan timur Kabupaten Sitaro.
Menurut keterangan BMKG dalam peringatan dini tersebut, gelombang tinggi berpotensi terjadi sejak 30 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 mendatang.
“Secara umum, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari arah Timur Laut menuju Timur dengan kecepatan angin berkisar antara 5 – 30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sangihe – Talaud,” kata Meidy Telleng, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, mengutip narasi peringatan dini gelombang tinggi.
Selain perairan Kabupaten Sitaro, tercatat beberapa wilayah lainnya seperti Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe, perairan Kepulauan Talaud, sebelah timur perairan Bitung-Likupang.
Serta Laut Maluku bagian Utara yang berpeluang terjadi gelombang setinggi 2,5 meter sampai 4 meter.
Tak hanya itu, gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter atau kategori sedang juga berpeluang terjadi di beberapa wilayah, seperti laut Sulawesi, perairan Bitung-Likupang, laut Maluku bagian selatan, perairan selatan Sulawesi Utara serta perairan utara Sulawesi.
Terkait peringatan dini gelombang tinggi ini, Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen mengimbau masyarakat untuk waspada dan memperhatikan kondisi cuaca ketika hendak berlayar.
“Apalagi kita ketahui bersama, saat ini banyak masyarakat yang bepergian menggunakan kapal jelang Tahun Baru.
Karenanya, tetap perhatikan setiap perkembangan kondisi cuaca. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya ditunda,” kata bupati.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sitaro, Joicson Sagune kembali meminta masyarakat untuk bersikap waspada terhadap ancaman cuaca ekstrem di penghujung tahun 2021 hingga awal 2022 mendatang.
“Sebagai bentuk kesiap-siagaan, kami telah menyiagakan petugas kami di kantor BPBD Sitaro.
Sejalan dengan itu, kami juga terus mengingatkan kepada kepala-kepala wilayah agar tetap menyampaikan himbauan bagi masyarakat terkait kondisi cuaca saat ini,” ungkap Sagune.
Tentang Sitaro
Sitaro adalah singkatan dari Siau Tagulandang Biaro.
Sitaro merupakan salah satu Kabupaten Kepulauan di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Kabupaten yang beribukota di Ondong Siau ini memiliki luas total 275,96 km2.
Jarak Siau ke Manado, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara 146 Kilometer, dengan waktu tempuh 4 jam naik kapal dari Pelabuhan Manado.
Di Sitaro ada Gunung Karangetang.
Salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dengan letusan sebanyak lebih dari 40 kali sejak 1675 serta banyak letusan kecil yang tidak terdokumentasi pada catatan sejarah.
Saat ini kabupaten ini dipimpin oleh Bupati Sitaro Evangelian Sasingen serta Wakil Bupati John Heit Palandung.(HER)
• Dulu Dibenci Mertua, Model Ini Diperlakukan Bak Ratu Setelah Punya Anak, Diberi Mobil Rp 6 Miliar
• Inilah 3 Pemenang Kompetisi Menulis LokalBRICerita, Simak Cerita Mereka
• Kabar Mantan Istri Sahrul Gunawan, Pilih Mundur Daripada Dimadu, Kini Jadi Saingan Eks Suami