Berita Tomohon
Kabag Umum Tomohon Dinilai Tunjukkan Loyalitas Rendah, Pengamat: Kedepan Disiapkan Aparatur Tanggap
Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon Semuel Roeroe menuai sorotan.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon Semuel Roeroe menuai sorotan.
Ini menyusul tindakan Mantan Pejabat Pemkab Minahasa yang sempat dinonjobkan di era Pemerintahan Bupati Jantje Wowiling Sajow tersebut, pada saat Perayaan Natal Bersama yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tomohon, Rabu (28/12/2021).
Yang mana meski kegiatan berlangsung spektakuler, namun seluruh hadirin dan tamu tak dijamu makan siang.
Termasuk Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut dan Sekretaris Kota Tomohon Edwin Roring.
Serta Ketua TP PKK Kota Tomohon Jeand'arc Karundeng dan Sekretaris TP PKK Elenora Sangi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Terkait hal ini pun menuai tanggapan dari Pengamat Politik dan Pemerintahan Josef Kairupan.
Akademisi Fispol Unsrat ini mengatakan Kabag Umum itu ada dalam struktur sekretariat daerah yang notabenenya menjadi mata dan telinga Pimpinan.
"Artinya ketika pimpinan ada kegiatan atau acara baik itu kedinasan atau keluarga. Harusnya Kabag umum yang akan selalu memonitor dan membantu mempersiapkan sarana prasarana yang pimpinan akan gunakan," terang Kairupan, Kamis (30/12/2021).
Lebih lanjut, Kairupan menilai kesan abai yang seakan-akan ditunjukkan pada saat mempersiapkan tempat perayaan Natal PWI Kota Tomohon menununjukkan nilai loyalitas yang rendah.
"Apakah hal ini dilatarbelakangi oleh motivasi yang rendah atau permasalahan pribadi dengan pers. Seharusnya hal itu tidak dikedepankan saat melaksanakan tugas kedinasan, yang hanya menunjukkan tidak profesional," jelasnya lagi.
Kairupan menyebut hal ini dapat saja berlanjut ketika ada event-event yang lebih besar.
Ketidaksiapan yang hanya bermula dari satu orang akhirnya me-generalisasi ke institusi pemerintah kota.
Untuk itu, kedepannya perlu dipersiapkan aparatur pemerintah kota yang tanggap, responsif dan loyal terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.
Agar nama baik institusi pemkot tomohon akan terus terjaga, perlu juga dilakukan evaluasi bagi aparat-aparat yang berkinerja buruk dan tidak lagi termotivasi untuk memajukan Kota Tomohon.
"Agar nantinya setiap program dapat diimplementasikan dengan baik. Karena didukung oleh aparat yang cakap, cerdas dan energik," pungkaa Kairupan.