Berita Manado

Jelang Natal Dan Tahun Baru, 'Bapirang' Jadi Budaya Masa Kini Masyarakat Manado

Kata 'Bapirang' akhir-akhir ini menjadi sebuah istilah yang ramai diucapkan oleh masyarakat Sulawesi Utara

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Chintya Rantung
andreas ruauw/tribun manado
Salah satu salon di Manado yang sedang melayani pelanggan untuk mengecat rambut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kata 'Bapirang' akhir-akhir ini menjadi sebuah istilah yang ramai diucapkan oleh masyarakat Sulawesi Utara, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sangat familiar dengan kata Bapirang ini.

Ya, Bapirang bukan hanya sekedar istilah namun menjadi sebuah tren di tengah-tengah masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

Pertanyaan So Bapirang Ngoni? (Sudah mengecat rambut kalian), sering kali diutarakan sesama warga Manado saat memasuki hari Natal dan Tahun Baru, yang berarti menanyakan apakah sudah mengecat rambut atau belum.

Sehingga demi mengikuti perkembangan tren, tidak sedikit masyarakat Manado yang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk tampil maksimal, terutama mengecat rambut.

Iwan (51) selaku pemilik salon mengatakan bahwa sehari dirinya bisa melayani sekitar 30 pelanggan, khusus untuk cat rambut saja.

Beranggotakan enam karyawan yang juga sudah lebih dulu cat rambut, Iwan mengaku tidak sanggup melayani pelanggan lebih dari itu.

"Makanya saya batasi hanya sampai jam 7 malam sudah tutup, karena memang dari sejak pagi hari pelanggan sudah mulai berdatangan dan mengantri setiap hari," ucapnya, Kamis (30/12/2021).

Iwan pun mematok harga mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu tergantung kriteria rambut, mulai dari yang rambut panjang atau bergelombang, bahkan tebal bisa mempengaruhi harga.

"Justru itu masih murah pak, karena saat ini kita lagi menyediakan promo. Kalau harga biasa bisa sampai Rp 500 ribu per satu kali cat rambut," katanya.

Menurutnya, warga Manado sedang menyukai warna-warna terang seperti perak dan ash brown dengan model smoothing.

"Namun, mungkin karena pengaruh dari K-Pop ya, mereka tak jarang meminta warna yang lebih meriah seperti hijau, biru, dan ungu di lapisan rambut bagian dalam atau luar dan warna lain di bagian lain," jelasnya.

Iwan mengaku omzet cat rambut selama Desember saja, bisa meraup untung puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Namun, untuk memutar kembali modal saya harus menyediakan stok cat rambut di salon masing-masing berkisar puluhan juta rupiah," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan Meike (28) mengaku rela tampil modis dengan cat rambut demi memperlihatkan penampilan maksimal saat pulang ke kampung halaman.

"Libur Natal dan Tahun Baru cukup lama, dan bakal ada acara keluarga di kampung halaman, sehingga saya ingin agar tampil beda diantara saudara-saudara yang lain," ujar Meike.

Baca juga: Peringatan Dini Besok Jumat 31 Desember 2021, BMKG: Waspada 30 Wilayah Ini Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: Gempa Guncang Jabar Kamis (30/12/21), Info BMKG Diguncang Magnitudo 4.1, Ini Lokasi Titik Pusatnya

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 06.00 WIB, Pengendara Motor Vario Tewas di Tempat, Tabrak Pohon Mahoni

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved