Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 30 Desember 2021

BACAAN ALKITAB Matius 2:9-10 Planet Venus Jadi Saksi Natal

Bintang Timur atau Bintang Kejora adalah sebuah planet yang jaraknya paling dekat dengan bumi, yakni sekitar 41 juta km.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

Matius 2:9-10
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bintang Timur atau Bintang Kejora adalah sebuah planet yang jaraknya paling dekat dengan bumi, yakni sekitar 41 juta km.

Nama planet itu adalah Venus, yang diambil dari Dewi Cinta dalam mitologi, Yunani.

Sebutan lainnya adalah bintang fajar atau bintang senja. Bintang Timur merupakan planet kedua paling terang setelah bulan, di waktu malam. Tapi, dia bersinar dan ada terus di setiap malam, berbeda dengan bulan. Tuhan mengatur sistem tata surya alam semesta itu secara dahsyat dan luar biasa.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (SHUTTERSTOCK)

Planet Venus atau Bintang Timur itu sering disebut sebagai kembaran bumi. Karena memiliki ukuran, massa, materi dan kepadatan hampir sama dengan bumi. Selubung batuannya keras, mirip di bumi. Yang membedakannya, adalah atmosfir Venus berupa awan tebal yang panas dan beracun. Luas permukaannya 460,2 juta km2.

Pelaut sering menggunakan Bintang Kejora sebagai kompas untuk menentukan arah dan patokan dalam berlayar di waktu malam hari, karena Bintang Timur itu tidak berpindah posisi.

Inilah yang berbeda dengan prilaku Bintang Kejora itu ketika Yesus lahir. Planet ini tidak diam saja. Dia bergerak menuju ke suatu tempat. Itulah tempat di mana Yesus dilahirkan.

Artinya, planet pun mau bersaksi kepada dunia tentang lahirnya Seorang Raja Damai, Dialah Yesus Kristus Tuhan kita.

Benda langit pun tunduk kepada-Nya. Planet pun bergerak. Itu semua membuktikan bahwa yang lahir sesungguhnya "bukan manusia." Tapi Tuhan.

Sebab tidak mungkin dan memang tidak pernah ada manusia lahir yang sampai membuat planet atau bintang ikut bersaksi dan menunjukkannya kepada dunia (manusia). Hanya Yesus sajalah yang demikian. Karena Dia adalah Tuhan yang menjadi Manusia.

Maka ketika raja Herodes mengizinkan para Majus itu melihat Bayi Yesus, Bintang Kejora pun bergerak, membawa para Majus menuju ke tempat tujuan, bertemu Tuhan dunia, yang tentu juga Tuhan dari planet Venus dan semua planet bahkan alam semesta ini.

Sukacitapun meliputi para Majus, ketika melihat Bintang Fajar menuntun mereka ke jalan yang benar itu. Yah, Planet itu taat kepada Tuhan dan menyaksikan kepada Majus dan kepada dunia bahwa telah lahir Kristus Tuhan, Raja yang kekal.

Demikian firman Tuhan hari ini.
"Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka." (ay 9, 10)

Hanya orang bodoh yang menyangsikan ke-Tuhanan Yesus, dari proses lahir-Nya. Bahkan sebelum lahir, ribuan tahun lalu sudah dinubuatkan. Poses menjadi Janin hingga kelahiran-Nya pun membuktikan bahwa tidak mungkin Dia itu Manusia (biasa). Apa yang terjadi, semua membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan.

Planet Venus pun turut menyaksikan. Alam semesta ikut bersaksi. Demikianlah kemahakuasaan dan kesejatian Tuhan kita, yang rela turun status-Nya menjadi Manusia. Bahkan tersiksa menderita dan mati dikorbankan dan digantung terhina di atas Kayu Salib. Untuk siapa? Untuk dan demi sayang-Nya akan kita umat-Nya.

Dia sangat mengasihi kita. Kitalah yang mendurhakai-Nya. Kitalah yang menjahati-Nya. Padahal, Dia adalah Tuhan yang merelakan dan mengorbankan segalanya termasuk nyawa-Nya, demi keselamatan dan kehidupan kita.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved