TNI
POTRET Penjara Militer Milik TNI, Tempat Kolonel P Ditahan, Biaya Pembangunan Capai Rp 100 Miliar
Penjara militer tersebut menjadi tempat penahanan salah satu dari 3 oknum anggota TNI yang terlibat kecelakaan sejoli di Nagreg.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut potret penjara militer milik Tentara Nasional Indonesia ( TNI ).
Penjara militer tersebut menjadi tempat penahanan salah satu dari 3 oknum anggota TNI yang terlibat kecelakaan sejoli di Nagreg.
Diketahui ketiga anggota TNI teresebut yaitu Kolonel P, Kopda A, dan Koptu DA.
Baca juga: Jerinx SID Janji Tak Buat Keributan Lagi, Ingin Fokus pada hal Ini
Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 29 Desember 2021, Taurus Emosi Memuncak, Cancer Perlu Berhati-hati
Ketiga oknum anggota TNI tesebut ditahan di tempat berbeda.
Kopda AS ada di Bogor, Koptu DA ada di Cijantung dan Kolonel P berada di tahanan militer yang tercanggih yang disebut Smart Instalasi Tahanan Militer.
Foto: Smart Instalasi Tahanan Militer berteknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan pertama dalam sejarah TNI AD di Markas Pomdam Jaya Jakarta.
"Saat ini Kolonel P ada di tahanan militer yang tercanggih, yang kita sebut smart, yang baru tahun lalu kita resmikan. Nah kemudian satu anggota Sertu AS itu ada di Bogor, dan satu lagi DA itu ada di Cijantung," kata Andika kepada wartawan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta pada Selasa (28/12/2021).
Lantas seperti apakah penjara militer tercanggih tempat Kolonel P ditahan ini?
Dilansir Tribunnews.com, penjara tercanggih ini berada di Markas Pomdam Jaya Jakarta dan baru diresmikan pada April 2021 lalu oleh Andika Perkasa saat dirinya menjabat sebagai KSAD.
Instalasi Tahanan Militer tersebut berteknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, dan menjadi pertama dalam sejarah TNI AD.
Dalam Smart Instalasi Tahanan Militer ini, seluruh fasilitas rutan dikendalikan otomatis secara elektronik.
Mulai dari penguncian sel, menyalakan atau mematikan lampu, dan lain sebagainya.
Biaya pembangunan instalasi tahanan militer tersebut mencapai Rp100 miliar.
Bangunan instalasi tahanan militer tersebut, kata dia, seluas sekitar 1500 meter persegi di dalam Markas Pomdam Jaya.
Instalasi tahanan militer tersebut, kata dia, mampu menampung 83 orang.