Nasional

Pak Gus Dur, Guru Bangsa dan Momen Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Gus Dur pula yang mengamini perubahan nama pulau Irian Jaya kembali menjadi Papua. 

Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pengibaran Bendera Bintang Kejora. Mahasiswa Papua menggelar aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdul Rahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah bagian yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa Papua.

Gus Dur merupakan sosok guru bagi bangsa Papua, sekaligus presiden pertama yang memperbolehkan bendera Bintang Kejora berkibar bersamaan Bendera Merah Putih, pascatumbangnya rezim otoriter Soeharto.

Gus Dur  pula yang mengamini perubahan nama pulau Irian Jaya kembali menjadi Papua.

Dalam buku Gus Dur yang berjudul Islam Nusantara & Kewarganegaraan Binneka (2018), menjelaskan pada 20 hingga 22 November 1999,

dihelat pertemuan yang melibatkan para pemimpin agama, pemimpin politik, pemimpin LSM, kaum muda, dan rakyat Papua.

Pertemuan yang dimediasi oleh Forum Rekonsiliasi Rakyat Irian Jaya (FORERI) ini menghasilkan pemikiran yang cukup lengkap dengan berbagai rumusan.

Satu di antaranya adalah aturan tentang pengibaran bendera Bintang Kejora.

Pengibaran bendera Bintang Kejora, tulis Ahmad Suaedy, diatur harus berdampingan dengan bendera Merah Putih dan tempat-tempat pengibaran bendera tersebut harus didaftarkan secara tertulis.

Dikutip dari tulisan Aisah Putri Budiatri yang terhimpun dalam buku Menimbang Demokrasi Dua Dekade Reformasi (2019),

Gus Dur kemudian mengizinkan berkibarnya bendera Bintang Kejora di tanah Papua semasa menjabat sebagai presiden. Momen itu berlangsung pada 30 Desember 1999.

Gus Dur menggelar forum di Jayapura dengan mengundang perwakilan elemen masyarakat dan dihadiri oleh banyak warga.

Dalam pertemuan ini, Gus Dur menjawab semua pertanyaan, termasuk mengembalikan nama Papua yang selama rezim Orde Baru disebut Irian Jaya.

Hanya saja, Gus Dur meminta agar bendera Bintang Kejora dikibarkan lebih rendah dari bendera Merah Putih. 

Bintang Kejora sering dianggap sebagai simbol separatis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved