Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Papua

Eks KKB Bisa Dapat Kesempatan Bertemu Presiden Jokowi, Asal Penuhi Syarat Ini

Para anggota KKB di Papua yang menyerah dan berjanji kembali ke NKRI akan mendapat kesempatan emas bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo

Tayang:
Editor: Alpen Martinus
Istimewa
Tiga Teroris KKB di Papua anak buah Lekagak Telenggen serahkan diri. Sempat bebas membaur dengan warga cari dana hingga jadi mata-mata misi aparat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Pemerintah akan memberikan hadiah khusus kepada mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

hadiah tersebut berupa kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi.

Tapi hadiah tersebut tak akan diberikan begitu saja, melainkan ada syarat yang harus dipenuhi.

Baca juga: Para Oknum KKB Papua yang Menyerah Bisa Bertemu Presiden Jokowi dengan 1 Syarat

Para Oknum KKB Papua yang Menyerah Bisa Bertemu Presiden Jokowi.
Para Oknum KKB Papua yang Menyerah Bisa Bertemu Presiden Jokowi. (korem173-tniad.mil.id)

Para anggota KKB di Papua yang menyerah dan berjanji kembali ke NKRI akan mendapat kesempatan emas.

Yakni bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri baru-baru ini.

"Memang benar Presiden beberapa waktu lalu menyatakan bersedia menemui mantan KKB Papua yang sudah sadar dan ingin bersama saudaranya membangun daerah,” ucap Kapolda Papua dikutip dari ANTARA, Selasa (28/12/2021).

Baca juga: Surat Terbuka Lekagak Telenggen Pimpinan KKB di Papua Untuk Presiden Jokowi, Ini Isinya

Namun, menurut Mathius, syaratnya adalah para mantan anggota KKB Papua itu harus benar-benar insaf dan tak lagi menebar aksi teror.

“Namun, mereka atau mantan KKB Papua itu harus benar-benar tidak lagi menebar aksi teror bersenjata di Papua.”

Mathius mengaku telah meminta tokoh agama turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada KKB Papua.

Hal itu perlu dilakukan agar mereka tidak lagi mengganggu warga dan aparat keamanan, tetapi turut serta secara aktif membangun daerahnya Papua.

Baca juga: KKB Papua 92 Kali Berulah di Sepanjang Tahun 2021, Menelan 33 Korban Jiwa

"Peran tokoh agama sangat penting karena kelompok yang belum sepaham dengan kita bila terus didekati, saya yakin suatu saat mereka akan sadar,” ujar Mathius.

“Apalagi Polda Papua membuat terobosan dengan merekrut 2.000 bintara melalui Program Bintara Noken yang dibiayai melalui dana otonomi khusus.”

Saat ini, dari 2.000 calon bintara itu, sebanyak 1.998 orang telah dilantik. Mereka nantinya akan ditugaskan di daerah asal mereka atau polres di mana mereka mendaftar.

Adapun dua siswa bintara polisi yang tidak dilantik itu, salah seorang di antaranya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jambi.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved