Berita Nasional
Ingat Hardius Rusman? Anggota TNI yang Fasih 7 Bahasa Asing, Tak Pernah Belajar Secara Formal
Hardius Rusman hanya seorang Prajurit TNI lulusan SMA. Meski begitu, ia memiliki prestasi yang begitu epic. Ia hanya belajar melalui media sosial.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan sosok Hardius Rusman.
Dia adalah Prajurit TNI yang menguasai 7 bahasa yang hanya belajar di media sosial
Hardius Rusman ternyata tak pernah belajar secara formal untuk menguasai tujuh bahasa asing tersebut.
Koptu Hardius Rusman tni jago bahasa asing viral karena kemampuannya jago bahasa asing.
Hardius Rusman hanya seorang Prajurit TNI lulusan SMA. Meski begitu, ia memiliki prestasi yang begitu epic. Ia hanya belajar melalui media sosial.
Koptu Hardius Rusman (tengah) menjadi penterjemah bagi para istri dan keluarga atase militer 22 negara sahabat yang berkunjung Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (8/6/2019) lalu. Hardius mampu menguasai tujuh bahasa di dunia yaitu bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, Jerman Portugis, Italia, dan Belanda. (Serambi Indonesia/M Anshar)
Hardius Rusman menguasai bahasa Jerman, Prancis, Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris dan Itali.
Hardius Rusman bertemu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga viral pada awal 2021 lalu. Prabowo Subianti dibuat kagum oleh Koptu Hardius Rusman dan menjanjikannya sekolah agar menjadi bintara dan bisa jadi Prajurit TNI berkarir.
Inilah kisah lengkap TNI jago bahasa asing, Hardius Rusman.
Kisah Hardius Rusman, TNI lulusan SMA ini memukau 28 anggota keluarga militer asing.
Kepiawaian Hardius Rusman menguasai tujuh bahasa asing yang berbeda membuatnya jadi terkenal,
Hardius Rusman, Anggota TNI yang mempunyai pangkat Kopral Dua (Koptu).
Kemampuan Anggota Kodim 0111/Bireuen ini pun membuat kagum banyak publik.
Hardius Rusman mempelajari 7 bahasa asing melalui media sosial, seperti Facebook, Whatsapp dan beberapa media sosial lainnya.
Selama mempelajari bahasa-bahasa asing, Koptu Hardius tak pernah sekalipun belajar secara formal atau berguru kepada ahli bahasa.
Ke-7 bahasa asing yang ia kuasai terdiri dari bahasa Jerman, Prancis, Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris dan Itali.
Melansir dari TribunJakarta, walaupun hanya lulusan SMA, Kopada Hardius Rusman ternyata punya prestasi mentereng yang tak semua prajurit kuasai.
Sosoknya pun viral ketika terekam video dan tersebar di media sosial sedang menjadi penerjemah Atase Militer saat berkunjung ke Aceh.
Sebanyak 28 Atase Militer dari 22 negara pun merasa bangga dengan kemampuan Kopada Hardius.
Dalam sebuah wawancara dengan Serambi Indonesia di Makodim Bireun, Aceh, Koptu Hardius menjelaskan bagaimana bisa menguasai 7 bahasa asing.
"Saya hanya belajar melalui media sosial (medsos), seperti Google Translate, Facebook, WhatsApp, Messenger dan jejaring sosial lainnya," ujar Koptu Hardius kepada Serambi Indonesia.
Menurut dia, media sosial menjadi sangat positif sejauh kita memanfaatkannya dengan baik.
Begitulah pelajaran yang dipetik dari Koptu Hardius mempelajari 7 bahasa asing di atas.
"Berkat aplikasi medsos itu, sekarang saya sudah menguasai tujuh bahasa asing. Terdiri dari Bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugis, Italia dan Bahasa Belanda,” ia menambahkan.
Saat sedang di kantor pun sembari bertugas ia sering membuka medsos untuk belajar bahasa asing.
Terkadang ia terlihat sedang menelepon kenalannya di dunia maya dan berbicara menggunakan bahasa Spanyol.
"Saya belum pernah bertugas ke luar negeri, saya juga belum pernah jalan-jalan ke luar negeri, saya hanya berselancar lewat dunia maya," ungkap Koptu Hardius.
Dengan nada suaranya yang cukup keras, ia sesekali tertawa terbahak-bahak, mengundang perhatian teman sekantornya.
Sepertinya ia sudah kenal dekat dengan lawan bicaranya.
Ia pun menjelaskan orang yang sedang berbincang dengannya adalah temannya dari Chile.
Ia juga mengaku belum pernah bertemu dengan orang tersebut hanya melalui voice call.
Lewat voice call-lah Koptu Hardius melatih bahasa asing yang ia pelajari langsung dari penutur aslinya.
Untuk memperlancar bahasa asing yang dipelajari, Koptu Hardius sering meluangkan waktu berbicara dengan native speaker sekitar 30 menit melalui voice call.
Dari sanalah ia tau bagaimana mengucapkan kosa kata sekaligus koreksi dari lawan bicaranya.
"Saya memang hampir tiap hari menyempatkan diri berbicara sekitar tiga puluh menit dengan teman-teman dari berbagai negara secara bergantian dalam tujuh bahasa asing yang saya kuasai,” beber dia.
Padahal Koptu Hardius hanya tamatan SMA dan pangkatnya sebagai anggota TNI AD juga termasuk rendah.
Seperti yang diberitakan, kemampuannya ini pun memperoleh apresiasi dari istri dari 28 atase militer yang berasal dari 22 negara saat berkunnjung ke aceh.
Para istri atase militer ini terkesan dengan kemampuan Hardius menjelaskan setiap objek yang dikunjungi.
Mereka puas karena ketika ditanya banyak hal tentang lokasi yang dikunjungi dapat dijelaskan Koptu Hardius menggunakan bahasa asal mereka.
Kunjungan para atase militer ini menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Mabes TNI untuk tujuan memperkenalkan lebih jauh budaya Indonesia.
Sekilas, prajurit ini memang terlihat biasa saja, tetapi siapa sangka jika ternyata dia mampu menguasai 7 bahasa dunia.
Tak heran banyak keluarga atase yang menjadikan dirinya sebagai tempat bertanya.
“Kepada para ibu atase militer dari 22 negara itu, saya lebih banyak mempromosikan Aceh," ucap Koptu Hardius.
"Jujur saya sangat sayang dengan Aceh," kata pria kelahiran Bengkulu 1984 ini pada wawancara Selasa (4/12/2019) lalu.
Koptu Hardius sengaja ditugaskan ke Aceh atas perintah Aspes Kodam Iskandar Muda sebagai penerjemah bagi para istri dari atase militer 22 negara sahabat.
Koptu Hardius mengaku mampu menguasai 7 bahasa asing dengan modal utama, yaitu percaya diri.
Bahkan ia sempat dianggap gila oleh orang-orang yang melihatnya belajar bahasa asing.
Sebab ia sering berkata-kata sendiri ataupun berbicara melalui telepon dengan bahasa asing untuk belajar.
"Setiap hari saya terus belajar memperlancar ke 7 bahasa yang saya pelajari itu, di mana pun saya duduk," terang Koptu Hardius.
"Baik itu berdinas maupun di warung. Iya kita anggap wajarlah, karena orang kan tidak pernah tahu kalau kita lagi mempelajari sesuatu hal," kata dia lagi.
Setelah menguasai 7 bahasa asing, ia mimpinya tak mengaku ingin ikut diberangkatkan dalam rangka dinas ke luar negeri, baik itu Lebanon, Kongo serta negara lainnya.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Artikel Ini telah tayang di Sosok.ID dengan judul Kisah Hardius Rusman, Anggota TNI Lulusan SMA, Memukau 28 Anggota Keluarga Militer Asing, Belajar 7 Bahasa Melalui Media Sosial