Senin, 15 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Kabar Terkini Kasus Virus Corona Varian Omicron di Indonesia, Sudah 5 Orang Terdeteksi

Kabar Terkini Kasus Virus Corona Varian Omicron di Indonesia, berikut penyampaian Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

Tayang:
Kompas.com/Garry L
Pekerja Kebersihan RSDC Wisma Atlet Inisial N Jadi Pasien 01 Covid-19 Varian Omicron di Indonesia. 

Hingga saat ini, kedua pasien tersebut masih berada di Wisma Atlet.

Keduanya menurut Nadia masih positif lantaran belum saatnya pemeriksaan PCR kembali.

Selain 5 kasus tersebut, Kemenkes juga melaporkan masih ada 11 kasus probable Omicron yang kini menunggu hasil WGS.

“Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta,” katanya.

Nadia mengatakan, seiring bertambahnya penemuan kasus Omicron, pengetatan di pintu masuk ke Indonesia juga terus diperketat, terutama di perbatasan laut, dan darat.

Nadia mengatakan, positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Kesadaran diri dan menahan keinginan berpergian harus dilakukan. Menjelang hari natal dan tahun baru alangkah lebih baik tidak melakukan perjalanan. Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus Covid-19 dengan menahan diri tidak berpergian,” ucapnya.

Terpisah, anggota DPR RI Guspardi Gaus meminta pemerintah agar lebih waspada dan segera mengambil sikap tegas serta cepat untuk menyikapi kondisi kekinian usai ditemukan varian Omicron di Indonesia yang telah terdeteksi sebanyak 5.

Menurutnya, pemerintah jangan sampai kecolongan dan harus meningkatkan kewaspadaan, supaya varian Omicron tidak menyebar dengan cepat.

"Mestinya, kita kan sudah siap. Tidak seperti persiapan kita ketika menghadapi varian Delta. Kita harapkan satgas mampu mengkanalisasi kasus Omicron ini sehingga tidak meluas. Pemerintah diharapkan segera mengubah kebijakan dengan melakukan pengetatan aturan arus orang dalam menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Guspardi dalam keterangannya, Rabu (22/12/2021).

Menurut Guspardi, jika memungkinkan larangan mudik menjadi salah satu cara antisipasi agar varian ini tidak cepat menyebar.

Karena ada potensi kerumunan yang besar, liburan natal itu momentum untuk pulang kampung merayakan hari besar keagamaan, itu harus diantisipasi.

Ia mengatakan, Pemerintah juga harus membuat kebijakan khusus yang lebih ketat bagi WNA atau WNI yang keluar masuk dari luar negeri.

"Di samping itu perlu diintensifkan percepatan vaksinasi terutama di daerah-daerah yang belum memenuhi target vaksin. Bahkan masyarakat yang belum vaksin pertama, segerakan dibuka tempat-tempat atau fasilitas kesehatan didaerah untuk vaksin, agar memudahkan masyarakat untuk mengikuti vaksin tahap pertama dan kedua," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved