Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Akui Prabowo Subianto Sulit Menang, Sekjen Gerindra: Tujuan Kita Prabowo Jadi Presiden

Prabowo Subianto dinilai sulit menang Pilpres 2024. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani ajak kader kerja keras.

Editor: Frandi Piring
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Rapat kerja tersebut membahas pengembangan kekuatan TNI, kapabilitas Bakamla, serta penguatan diplomasi di wilayah perairan Natuna. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyadari bahwa memenangkan Ketua Umum Prabowo Subianto menjadi presiden pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tidaklah muda.

Muzani menjelaskan, meski selalu unggul dari kandidat lainnya dalam survei, tetap perlu ada strategi yang dilakukan Gerindra untuk mewujudkan impian memenangkan Prabowo sebagai presiden.

Maka dari itu, ia meminta kepada seluruh kader Gerindra untuk bekerja keras dan komitmen pada garis perjuangan partai yakni selalu bersama, menjadi teman, dan membantu serta melindungi rakyat.

"Inilah hakikat dan tujuan kita mendirikan partai dan keinginan kita, Prabowo jadi presiden," kata Muzani dalam keterangannya, Selasa (21/12/2021).

Hal tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sumatera Utara di Medan, Selasa.

Adapun Rakorda itu memutuskan untuk mendukung Prabowo maju menjadi calon presiden dari Gerindra pada Pilpres 2024.

Muzani mengeklaim memenangkan Prabowo hanya dibutuhkan waktu beberapa menit. Hitungan itu mengacu pada saat pemilih menusuk atau mencentang surat suara. 

Hanya saja, kata Muzani, menggerakkan hati dan keyakinan rakyat untuk menggunakan waktu beberapa menit itulah

yang dibutuhkan kerja keras berbulan-bulan bahkan tahunan dari setiap kader Gerindra.

"Seperti akad nikah hanya dibutuhkan waktu beberapa menit untuk menyatakan pernikahan itu sah.

Masalahnya, untuk meyakinkan seseorang dalam perjodohan itu memerlukan waktu yang panjang bahkan mungkin pilihan berganti-ganti," jelasnya.

"Namun akhirnya akad nikah itulah yang menjadi jodoh dari perjalanan panjang," sambung dia.

Menurut Wakil Ketua MPR itu, proses politik juga mengenal hal serupa mulai dari menggiring pilihan,

pikiran dan pendapat orang untuk sampai pada keputusan Prabowo adalah pilihannya.

Maka, kata dia, konsistensi dan kontinuitas kerja politik di semua elemen Gerindra sangat diperlukan sebagai partai rakyat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved