Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prakiraan Cuaca

Hujan Lebat Akan Terjadi Selasa 21 Desember 2021, Info BMKG Daerah Ini Berpotensi

Masyarakat waspada, BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini sejak hari ini. Peringatan dini cuaca ekstrem besok Selasa 21 Desember 2021. 

Freepik.com
Cuaca ekstrem Selasa 21 Desember 2021. Ilustrasi hujan lebat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masyarakat waspada, BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini sejak hari ini. 

Peringatan dini cuaca ekstrem besok Selasa 21 Desember 2021

Akan terjadi hujan lebat dan dapat disertai angin kencang dan petir. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 21 Desember 2021, Info untuk 33 Kota, Potensi Hujan Petir

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 21 Desember 2021, BMKG: Ini Wilayah yang Potensi Dilanda Hujan Petir

Baca juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Akan Terjadi Senin 20 Desember 2021, Info BMKG 27 Wilayah Berpotensi

Ilustrasi hujan lebat.

Ilustrasi hujan lebat. (Freepik.com)

Sejumlah daerah berpotensi alami cuaca ekstrem besok Selasa (21/12/2021).

Berikut ini data terbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca.

Sesuai data BMKG ada 18 wilayah mendapatkan peringatan dini hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Kemudian tujuh wilayah lainnya mendapatkan peringatan dini hujan dengan intensitas ringan disertai angin kencang dan petir.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman web.meteo.bmkg.go.id, potensi cuaca ekstrem di 25 wilayah pada esok hari dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di perairan Utara Aceh (bibit 94B), dan di perairan Barat Bengkulu (bibit 96S).

Kondisi itu membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari perairan Barat Aceh hingga Aceh dan dari pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung.

Cuaca ekstrem pada esok hari juga dipicu oleh Sirkulasi Siklonik di Laut Jawa sebelah
Utara Jawa Barat yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Bengkulu hingga Belitung.

Daerah konvergensi lainnya juga terpantau memanjang dari Jawa Tengah hingga perairan Selatan Jawa Barat, di NTT, dari Laut Natuna hingga Kalimantan Barat, di Kalimantan Utara.

Lalu dari Kalimantan Tengah hingga Laut Jawa, di NTB, di Kalimantan Utara, di Selat Makassar hingga Sulawesi Selatan, di Laut Sulawesi, di perairan utara Halmahera dan dari Papua Barat hingga Papua serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Riau, Selat Karimata, dan di Pesisir Selatan Jawa.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan
rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved