Berita Sulut
BKSDA Sulut: Pelabuhan Bitung Jalur Penyelundupan Tumbuhan dan Satwa Liar
Askhari Dg Masikki Kepala BKSDA Sulawesi Utara (Sulut) menerangkan kepada wartawan Minggu (19/12/2021).
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Satuan Tugas Perlindungan dan Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar di Kota Bitung mendapat bantuan dua ekor anjing pelacak.
Terkait hal ini Askhari Dg Masikki Kepala BKSDA Sulawesi Utara (Sulut) menerangkan kepada wartawan Minggu (19/12/2021).
Kata dia, bantuan ini merupakan tindak lanjut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA dengan Wildlife Conservation Society (WCS).
"Lewat rencana program dan rencana kerja dari BKSDA dalam upaya pengendalian tumbuhan dan satwa liar," terang dia.
Ia mengatakan, dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi pemerintah Kota Bitung dengan hadirnya satuan tugas perlidungan, pelestarian tumbuhan dan satwa liar.
Hal ini kata dia, sangat membantu BKSDA Sulut menangani dan mengawasi satwa liar di tempat strategis seperti pelabuhan-pelabunan di Kota Bitung.
Askhari Dg Masikki menambahkan, penyerahan dua ekor anjing pelacak, melibatkan sejumlah unsur atau stekholder di kota Bitung.
"Bantuan diberikan karena pemerintah Bitung sebagai yang memiliki satgas akan membantu pengawasan dan pengendalian satwa liar, khususnya di pintu masuk seperti di pelabuhan," terang dia.
Ia membeber, dari data yang dihimpun, banyak penyelundup dari Papua, Ternate dan Maluku mampir ke pelabuhan Bitung.
"Dengan adanya anjing pelacak bisa mengendus penyelundupan satwa liar dan tumbuhan,” jelasnya.
Askhari tidak menampik, pelabuhan Bitung menjadi bagian dari jalur penyelundupan tumbuhan dan satwa liar.
Setelah transit di Pelabuhan Bitung, berlanjut ke wilayah Gorontalo dan Makassar, bahkan kerap terjadi transaksi di Pelabuhan- Pelabuhan di Bitung.
Selain itu jalur penyelundupan, terjadi dari Kota Bitung, Talaud hingga negara tetangga Filipina.
Adapun penggunaan dua ekor anjing pelacak, akan dilakukan satgas di Bitung dibantu tim penanganan anjing pelacak ketika melakukan Razia.
Mengutip apa yang disampaikan Maurits Mantiri Wali kota Bitung, sasaran kerja dua ekor anjing pelacak bukan hanya di pelabuhan Samudera di Bitung melainkan ke pelabuhan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/satuan-tugas-perlindungan-dan-pelestarian-tumbuhan-dan-satwa-liar-bitung.jpg)