Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Minsel

Rumah di Popontolen Kabupaten Minsel Ludes Terbakar, Warga Usir Petugas Damkar

Kasus kebakaran rumah warga di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara

Penulis: Rul Mantik | Editor: Chintya Rantung
Rul Mantik/Tribun manado
Rumah yang terbakar di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minsel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus kebakaran rumah warga di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), memantik sorot warga terhadap Satuan Pemadam Kebakan Minsel.

Warga menilai, Satuan Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tidak profesional menjalankan tugas dan fungsinya.

Puncaknya terjadi saat api melalap rumah Keluarga Worotikan Tumbel, Kamis (16/12/2021), di Desa Popontolen.

Ketika mobil pemadam kebakaran tiba, warga yang baru selesai memadamkan api langsung mengusirnya.

"Mo beking apa le di sini, api so mati. Talalu lama ngoni, pulang jo (mau buat apa kalian di sini, api sudah padam. Terlalu lama kalian, pulang sana)," sembur puluhan warga dan disambut suara mengejek warga yang lain.

Menurut Hendra (32), warga Popontolen yang ikut memadamkam api, mereka memang kecewa dengan pelayanan Satuan Pemadam Kebakatan Kabupaten Minsel.

"Sudah lama warga di sini menelepon pemadam kebakaran. Namun kami harus menunggu lama barulah mereka datang. Tidak ada gunanya lagi, api sudah padam," ucap Hendra, yang pakaiannya masih basah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pemkab Minsel, Henri Palit, saat dikonfirmasi, mengakui kejadian itu.

"Iya, benar. Itu memang sudah risiko kami," kata Henri Palit.

Menurut dia, ada banyak faktor yang menyebabkan warga marah. Namun, tidak semua disebabkan karena petugas pemadam kebakaran.

"Pertama, laporan warga memang sudah terlambat. Api sudah menghanguskan sekitar 70 persen rumah itu baru warga menelepon. Jadi, saat petugas tiba, api sudah padam karena bagian atas rumah papan itu sudah habis terbakar," terang Henri.

Selain itu, faktor penyebab lain adalah kondisi mobil pemadam kebakaran yang tidak siap 100%.

"Mobil kebakaran yang kami miliki ada dua unit. Yang satu ada di bengkel, satunya lagi tidak bergungsi terlalu baik," paparnya.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada warga Popontolen karena belum memberikan layanan yang maksimal.

"Anggaran tahun depan kami sudah mengusulkan pengadaan mobil damkar baru. Mudah-mudahan ini segera terealisasi, supaya layanan pemadam kebakaran bisa maksimal," harapnya.(rul)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved