Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Bacakan Eksepsi, Munarman soal Teroris: Jika Benar, Presiden hingga Panglima TNI Sudah ke Alam Lain

Seperti yang diketahui sebelumnya Munarman ditangkap Densus 88 dikediamannya.

Editor: Glendi Manengal
ANTARA FOTO
Munarman membacakan eksepsi atau nota keberatan, Rabu (15/12/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kasus dugaan terlibat terorisme Munarman.

Seperti yang diketahui sebelumnya Munarman ditangkap Densus 88 dikediamannya.

Saat Munarman membacakan nota keberatannya, begini isinya.

Baca juga: Program Anies soal Sumur Resapan Dianggap Bikin Resah Warga karena Prosesnya Justru Merusak Jalan

Baca juga: Gempa Terkini Pukul 01.12 Wita, Kamis 16 Desember 2021, Berikut Lokasi dan Kekuatan Magnitudonya

Baca juga: Prakiraan Gelombang Tinggi BMKG Kamis 16 Desember 2021, Ini Daftar Wilayah Perairan yang Berpotensi

Foto : Munarman, Pengacara Rizieq Shihab Ditangkap Densus 88. (istimewa)

Jalani sidang kasus dugaan tindak pidana terorisme, terdakwa Munarman membacakan eksepsi atau nota keberatan, Rabu (15/12/2021).

Hadir langsung di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Eks Sekretaris Front Pembela Islam itu membacakan eksepsinya sendiri.

Tuduhan terhadap dirinya dengan Aksi 212 pada 2 Desember 2016, juga dibicarakan oleh Munarman.

Saat itu, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo hingga Kapolri Jenderal Tirto Karnavian hadir dalam acara di Monumen Nasional itu.

"Mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, Pangdam (Jaya), Kapolda dan beberapa menteri lainnya, bahkan Kepala BNPT yang saat ini juga hadir," kata Munarman saat membacakan eksepsi, Rabu.

Jika tuduhan yang disematkan terhadap Munarman benar untuk mempersiapkan terorisme, yaitu berupa menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, atau untuk menimbulkan korban yang bersifat massal, melalui tindakan kekerasan, pembunuhan atau penghilangan nyawa, perampasan kemerdekaan, pengeboman atau perusakan fasilitas publik lainnya, dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir saat itu sudah tiada.

"Maka sudah dapat dipastikan bahwa seluruh pejabat tinggi yang hadir di Monas tanggal 2 Desember 2016 tersebut sudah pindah ke alam lain," ujar Munarman.

Sebab, menurut Munarman, Aksi 212 tahun 2016 yang dihadiri para pejabat tinggi itu adalah kesempatan emas bagi orang yang otaknya teroris dan keji.

"Namun, faktanya, para pejabat tinggi negara aman dan baik-baik saja. Bahkan bisa menjabat terus hingga saat ini," kata Munarman.

"Karena sekali lagi, pejabat tinggi negara ini hadir di Monas dalam acara yang digelar pada 2 Desember 2016 dan semua pejabat tinggi negara tersebut ada dalam jangkauan saya," ujar Munarman.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved