Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Bank SulutGo dan OJK Launching KUR Bohusami Bakobong di Kabupaten Bolmong 

Bohusami Bakobong adalah pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Cluster Pertanian yang ditujukan bagi para petani Padi, Jagung, Bawang Merah.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado/Nielton Durado
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow bersama Direksi BSG dan Kepala OJK Sulut melaunching KUR Bohusami Bakobong di Kabupaten Bolmong. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Bank SulutGo terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). 

Komitmen ini ditunjukkan dengan dilaunchingnya Bohusami Bakobong, Selasa (14/12/2021) di Kabupaten Bоlmоng.

Bohusami Bakobong adalah pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Cluster Pertanian yang ditujukan bagi para petani Padi, Jagung, Bawang Merah, dan Kentang.

Launching Bohusami Bakobong ini dihadiri langsung oleh Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Kepala OJK SulutGo, Malut, Darwisman, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Novly Geret Wowiling, serta beberapa jajaran direksi Bank SulutGo

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK Sulutgo Malut, Bank SulutGo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, atas perhatian penuh kepada Bolmong.

Terutama terkait dengan pembiayaan untuk membantu permodalan petani.

Yasti Soepredjo Mokoagow juga mengajak semua masyarakat yang berprofesi sebagai petani untuk memanfaatkan bantuan dari pemerintah ini, untuk meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan mereka. 

"Ini bantuan dari pemerintah, tapi harus dikembalikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas petani kita," ujarnya saat ditemui awak media. 

Ia mengaku dengan bunga yang hanya 6 persen saja pertahunnya, KUR Bohusami Bakobong ini diyakini akan sangat membantu para petani di Bolmong. 

"Dengan bunga yang hanya 6 persen setahun, ini sangatlah ringan. Dibandingkan dengan meminjam di tempat lain," tegas dia. 

Selain itu, Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan jika dari program Bohusami Bakobong ini petani juga mendapatkan kepastian terkait penjualan hasil panennya dengan harga yang sesuai. 

"Kita nanti akan atur harganya. Misalnya harga di pasaran Rp 5.600, maka kita akan atur harga yang didapat petani minimum Rp 5.500. Tapi kalau harga turun, misalnya Rp 5.000, maka petani juga akan mendapatkan Rp 5.000, jadi petani tak akan rugi," ungkapnya. 

Sedangkan untuk resiko gagal panen, Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan akan dicover oleh asuransi Jasindo. 

Misalnya, didalam satu hektar ada gagal panen 50 persen. 

50 persen plus bunganya itu dibayarkan oleh Jasindo kepada petani. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved