Breaking News:

Berita Tomohon

Jalankan Putusan MA, Kejari Tomohon Kirimkan Mantan Kepala SMK N 1 Tomohon ke Lapas

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon melakukan eksekusi penahanan terhadap terpidana Dra Martha Esther Lantang, Senin (13/12/2021)

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
Istimewa, Harry Paat
Terpidana saat akan dilakukan eksekusi penahanan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon melakukan eksekusi penahanan terhadap terpidana Dra Martha Esther Lantang, Senin (13/12/2021).

Sosok Mantan Kepala Sekolah SMK N 1 Tomohon, terlihat mengenakan rompi tahanan menaiki kendaraan tahanan Kejari Tomohon.

Selanjutnya terpidana dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Manado.

Kepala Kejari Tomohon Fien Ering SH MH menyebut, eksekusi penahanan terhadap terdakwa menyusul Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2517 K/Pid.sus/2020 tanggal 14 September 2020 atas nama terpidana Dra Martha Esther Lantang.

"Putusan MA tersebut diterima Kejari Tomohon pada 5 November 2021," sebut Fien Ering.

Dalam amar putusan, Mahkamah Agung RI menolak permohonan Kasasi yang dilayangkan terdakwa Dra Martha Esther Lantang.

Selanjutnya memperbaiki putusan pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Manado Nomor 11/Pid.sus-TPK/2019/PT MND tanggal 29 Agustus 2019 yang mengubah Putusan Tindak Pidana Korupsi pada PN Manado Nomor 31/Pid.sus-TPK/2018/PN MND tanggal 21 Mei 2019 mengenai pidana pengganti denda.

Menjadi sebagai berikut, Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu pidana penjara selama 4 tahun. Serta pidana denda sebesar Rp200 juta. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan'.

Diketahui terpidana Dra Martha Esther Lantang selaku Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tomohon sebelumnya, didakwa telah melakukan Pemungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) terhadap para siswa atau orang tua siswa yang tidak sesuai ketentuan hukum, bersifat wajib dan harus dibayar pada selang waktu Januari 2016 hingga Desember 2016 sebesar Rp 131.000.000.

Dan pada selang waktu Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017 sebesar Rp24.725.000.

Dengan jumlah keseluruhan dana yang dilakukan pemungutan adalah sebesar Rp155.725.000. (hem)

Baca juga: Pasokan Solar Mulai Lancar, AlFI Sulut Berharap Jangan Hanya Kondisi Sementara

Baca juga: Kasus Korupsi Dana Pembangunan Sekolah SMA Negeri 2 Beo Talaud, Mantan Kepsek Digiring ke Penjara

Baca juga: Abu Fida Mantan Teroris Beber 3 Dampak kelompok Taliban Terhadap Radikalisme di Indonesia

 

 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved