Nasional

Ketika Presiden dan Waketum MUI Anwar Abbas Saling Lempar Kritik, Jokowi: 'Harus Saya Jawab'

Momen Presiden Jokowi dan Waketum MUI Anwar Abbas saling kritik di Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI, Jumat (10/12/2021).

Editor: Frandi Piring
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dan Waketum MUI Anwar Abbas saling balas kritik di Kongres Ekonomi Islam II MUI. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika Wakil Ketua Umum ( Waketum ) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) saling lempar dan jawab kritik.

Momen itu berlangsung dalam Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI, Jumat (10/12/2021).

Di hadapan Jokowi, Anwar Abbas melempar beragam kritik tentang kinerja pemerintah, mulai dari kesenjangan masyarakat, hingga penguasaan lahan di Tanah Air.

1. Kesenjangan kesejahteraan

Anwar Abbas membuka sambutannya dengan menyampaikan kritik tentang kesenjangan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, banyak rakyat yang kini sudah sejahtera. Namun, hanya dari kalangan tertentu.

"Saya rasa pemerintah kita sudah berhasil menyejahterakan rakyatnya, tapi rakyat yang sudah bisa tersejahterakan dan disejahterakan oleh pemerintah tersebut kebanyakan adalah mereka-mereka yang kalau kita kaitkan dengan dunia usaha,

itu mereka-mereka yang ada di kelompok usaha besar, dan menengah, serta usaha kecil," kata Anwar.

Waketum MUI <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/anwar-abbas' title='Anwar Abbas'>Anwar Abbas</a> saling balas <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kritik' title='kritik'>kritik</a> dengna <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/presiden' title='Presiden'>Presiden</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/jokowi' title='Jokowi'>Jokowi</a> di Kongres Ekonomi Islam II MUI.

(Foto: Waketum MUI Anwar Abbas saling balas kritik dengna Presiden Jokowi di Kongres Ekonomi Islam II MUI. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

"Sementara mereka-mereka yang berada di level usaha mikro dan ultra mikro, itu tampak oleh kita belum begitu terjamah,

terutama oleh dunia perbankan, sehingga akibatnya kesenjangan sosial ekonomi di tengah-tengah masyarakat kita tampak semakin terjal," tutur dia. 

Tingginya kesenjangan itu, menurut Anwar, terbukti dari masih besarnya angka indeks gini di Tanah Air.

Sebelum Jokowi memimpin, angka indeks gini ekonomi di Indonesia mencapai 0,41. Angka itu hanya turun sedikit menjadi 0,39 persen di era kepemimpinan Jokowi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved