Breaking News:

Berita Sulut

Aksi Demo Tolak PT TMS Keruk Emas di Sangihe, Massa Geruduk Kantor Gubernur Sulut

Massa berjumlah ratusan orang mengeruduk Kantor Gubernur Sulut, Jumat (10/12/2021) siang.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
ryo noor/tribun manado
Aksi demonstrasi menolak PT Tambang Mas Sangihe mengeruk emas di Pulau Sangihe 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Massa berjumlah ratusan orang mengeruduk Kantor Gubernur Sulut, Jumat (10/12/2021) siang.

Massa berjumlah sekitar 100-an orang melakukan aksi demonstrasi menolak PT Tambang Mas Sangihe mengeruk emas di Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Aksi ini merupakan demonstrasi lanjutan yang sudah beberapa kali dilakukan. Kali ini para demonstran datang dalam momen peringatan Hari Hak Asasi Manusia.

Para Demonstran tergabung atas warga lingkar tambang, para aktivis lingkungan dan warga etnis Sangihe di Minahasa Utara.

Pendemo pun berorasi di Lobi Kantor Gubernur, sekaligus membawa spanduk.

Salah satu tuntutan mereka, agar Gubernur membatalkan izin lingkungan PT TMS nomor 503/DPMTSD/IL/182/IX/2030.

"Pak Gubernur tolong jangan korbankan Pulau Sangihe, cavut izin lingkungan PT TMS." Demikian satu di antara spanduk yang dipampang demonstran di Kantor Gubernur.

Jull Takaliuang, Aktivis Lingkungan Sulut salah satu kordinator demonstran mengatakan, aksi demonstrasi sudah berulang kali, segala cara dilakukan membangun komunikasi dengan pemerintah, namun hasilnya nihil.

Ia mengatakan, masalah izin tambang ini sudah digugat ke pengadilan.

Ia menerangkan warga terpaksa harus patungan untuk melayangkan gugatan tersebut

"Torang (kami) kumpul uang, jualan kaos, jalan kartu kawan, karena torang mau selamatkan Torang pe pulau, torang pe ruang hidup," ujarnya.

Peradilan akhirnya jalan terakhir, meski Jull pun sedikit pesimis, mengingat hukum di Indonesia biasanya tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Maria Taramen, Aktivits Lingkungan lainnya juga mengatakan tidak anti investasi, namun masyarakat anti terhadap investor perusak lingkungan dan perusak pulau.

Selain berorasi para pendemo juga menyanyikan lagu daerah sebagai bentuk aksi protes.

PT TMS merupakan pemegang Kontrak Karya generasi ke-7 dengan pemerintah Indonesia. Kedua pihak menandatangani Kontrak Karya pada 27 April 1997 dan berlaku hingga 2027. (ryo)

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Pelajar SMA Tewas Terlindas Truk, Korban Terpeleset dan Jatuh di Jalan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu 11 Desember 2021, BMKG: Ini Wilayah yang Waspada Hujan Petir

Baca juga: Demo Tolak PT TMS Keruk Emas di Sangihe, Demonstran Desak Ingin Temui Gubernur

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved