Terkini Nasional
Kontak Tembak Terjadi di Papua, 1 Orang Tewas, Berikut Identitasnya
Satu orang tewas setelah terjadi kontak tembak di Papua. Berikut identitas korban tewas tersebut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu orang tewas setelah terjadi kontak tembak di Papua.
Berikut identitas korban tewas tersebut.
Terjadi kontak tembak antara anggota TNI-Polri dan KKB di Intan Jaya. Tepatnya di Kampung Pisiga.
Baca juga: Gempa Terkini Pagi Ini Selasa (07/12/2021), Kekuatan Guncangan 3.2 Magnitudo, Info BMKG Pusat Gempa
Baca juga: Bacaan Lengkap Doa Sesudah Sholat Dhuha, Berdoa Meminta Rezeki yang Berkah
Baca juga: Update Klasemen Liga Italia, Terjadi Perubahan Posisi

Aparat gabungan polisi dan TNI berjaga-jaga di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pascagangguan KKB di wilayah itu. (Tribun-Papua.com/Istimewa)
Satu orang tewas setelah kontak tembak di Kampung Pisiga Papua Senin (6/12/2021).
Nama korban tewas adalah Marten Belau.
Dia adalah salah satu pentolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya Papua.
Diketahui, Marten Belau merupakan anak buah dari KKB kelompok Undius.
"Personel gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli dan penjagaan di tempat-tempat rawan tidak pidana untuk mempersempit ruang gerak para pelaku melakukan aksinya," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam rilis, Senin (6/12/2021) petang.
Kontak tembak tersebut bermula saat personel Satgas Nemangkawi melakukan penyelidikan terhadap keberadaan KKB.
Namun ketika sedang beroperasi, terjadi kontak tembak dengan KKB di Intan Jaya.
"Pada saat melakukan penyelidikan, terjadi kontak tembak antara personel Satgas Nemangkawi dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dari hasil penyelidikan satu anggota KKB kelompok Undius atas nama Marten Belau meninggal dunia di tempat," jelasnya.
Ia menuturkan situasi Intan Jaya telah aman dan kondusif pasca kontak tembak tersebut.
Sebaliknya, personel TNI-Polri terus akan melakukan patroli untuk mempersempit ruang KKB.
"Personel gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli dan penjagaan di tempat-tempat rawan tidak pidana untuk mempersempit ruang gerak para pelaku melakukan aksinya," ujarnya.