Berita Gorontalo
Demokrasi Kedua Terbaik di Tangan Rusli Habibie-Idris Rahim, Ekonomi Gorontalo di Atas Nasional
Demokrasi Kedua Terbaik di Tangan Rusli Habibie-Idris Rahim, Ekonomi Gorontalo Dekade Terakhir di Atas Nasional
Penulis: Lodie Tombeg | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID, Gorontalo - Ekonomi Provinsi Gorontalo 10 tahun terakhir tumbuh 6 persen, di atas rata-rata nasional. Kemiskinan menurun jadi 15.68 persen dibanding 2012 17.22 persen.
Indeks pembangunan manusia tahun 2012 sebesar 64 dan 2021 mencapai 69.00 poin. Demikian juga data ketimpangan masyarakat atau indeks gini selama 10 tahun terkakhir di bawah rata rata 0,406 poin atau ketimpangan yang rendah.
Pertumbuhan ekonomi ini disampaikan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi Wagub Idris Rahim pada rapat paripurna DPRD Provinsi Goronalo ke-67 saat memperingati Hari Ulang Tahun ke -21 Provinsi Gorontalo 5 Desember tahun 2021.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo Masran Rauf mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie, haruslah dinilai secara menyeluruh dan jujur. Bukan dalam kacamata dinamika perbedaan warna bendera politik.
“Saya kira pidato pak Gubenur Rusli Habibie rapat paripurna di DPR Provinsi Gorontalo 6 Desember kemarin begitu terang menderang. Kalau toh ada yang mengkritik itu hal biasa. Tapi juga harus jujur menyampaikan keberhasilan keberhasilan yang dilakukan pemprov,” ujar Masran Rauf kepada TribunGorontalo.com, Selasa (7/12/2021). Kadis menanggapi statemen beberapa politisi Gorontalo yang mengindikasikan seakan akan 10 tahun Gubernur Rusli Habibie dan Idris Rahim tidak berbuat apa-apa.
Lanjut Juru Bicara Pemprov Gorontalo ini, demikian pula dari sektor kemiskinan mengalami penurunan. Sekalipun di tengah pendemi Covid-19, kemiskinan turun mencapai 15.68 persen. Dibanding data kemiskimnan tahun 2012 sebesar 17.22 persen. Bahkan di 2019 angka kemiskinan sempat turun sekitar 15.31 persen.
Sedangkan indeks pembangunan manusia di 2012 sebesar 64. Pada 2021 mencapai 69.00 poin. Demikian juga dengan data ketimpangan masyarakat yang diukur dengan indeks gini selama 10 tahun terkakhir di bawah rata-rata 0,406 poin atau ketimpangan yang rendah.
Dari sektor pengangguran di Provinsi Gorontalo juga turun. Di tahun 2012 data penggangguran mencapai 4,47 persen. Sedangkan ditahun 2021 di masa pendemi, Provinsi Gorontalo berhasil menekan tingkat pengganguran 3,01 persen. Terendah secara nasional.
Inflasipun berhasil ditekan. Tahun 2012 inflasi 5,31 persen dan tahun 2020 pada posisi 0,81 persen. Investasi di wilayah Provinsi Gorontalo cukup mengembirakan. Karena terus menunjukan perkembangan. Realisasi investasi PMDN sampai dengan Triwulan II-2021 mencapai 1.936 triliun. Sebelumnya tahun 2020 realisasi PMDN sebesar 647 miliar.
Indeks demokrasi Indonesia, Gorontalo terbaik dua secara nasional mencapai 83,21 persen tahun 2021.
Dari data status perkembangan desa dimana dari total 665 desa, hanya tgersisa 1 desa yang berada pada kategori sangat tertinggal. 90 desa tertinggal, dan selebihnya 122 desa telah kategori maju, 442 desa berkembang.
Dari tingkat kesejahteraan petani dan nelayan yang diukur dengan nilai tukar petanbi (NTP) mengalami kenaikan dari tahun 2012 sebesar 102,33 persen menjadi 104,39 persen tahun 2021. Good Governance di 2021 tetap konsisten mendorong terselenggaranya pemerintahan yang baik terbukti tahun 2021 ini. Pemprov Gorontalo menunjukkan kualitas dalam pengelolaan keuangan daerah dengan mendapatkan predikat WTP selama 9 tahun berturut-turut.
Penilaian hasil akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah sampai dengan tahun 2020 telah mencapai 68,05 persen dengan kategori B.
“Saya kira penjelasan ini bisa menyimpulkan bagaimana keberhasilan yang dicapai pemerintah, diberbagai bidang. Karena tidak mungkin dijelaskan secara terperinci satu per satu,” katanya.
“Tapi jika ingin mengetahui lihatnya indeks kesejahteraan masyarakat, melalui program pembangunan selama ini. Pemerintah Provinsi akan terbuka dengan siapapun masyarakat Gorontalo yang ingin meminta penjelasan,” kata Masran Rauf lagi. (lat)