Gunung Semeru Meletus
Seorang Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal Saling Berpelukan di Rumahnya Akibat Erupsi Gunung Semeru
Diduga Rumin saat kejadian erupsi Gunung Semeru hendak menyelamatkan ibunya yang tak sanggup berjalan karena faktor usia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan warga alami luka bakar pasca-erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.
Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, terjadi Sabtu (4/12/2021) pada pukul 15.00 WIB.
Akibatnya, berdasar data sementara, 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Ibu dan anak meninggal dunia dalam kondisi saling berpelukan di dapur rumah mereka yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
• UPDATE Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru: 13 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-luka

Kedua korban masing-masing bernama Salamah (70) dan anaknya Rumin (28).
Mereka ditemukan meninggal dunia di antara reruntuhan bangunan yang roboh.
Diduga Rumin saat kejadian erupsi Gunung Semeru hendak menyelamatkan ibunya yang tak sanggup berjalan karena faktor usia.
Legiman, adik ipar Salamah mengatakan saat Gunung Semeru erupsi semua orang di desanya lari berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.
Ketika kondisi tersebut, diduga Rumini tak tega meninggalkan ibunya seorang diri.
Sehingga keduanya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.
"Tadi pagi kan saya cari adik ipar sama ponakanku. Pas bongkar rontokan tembok dapur terus tangannya kelihatan dan langsung kami bersihkan dan di bawa ke rumah untuk dimakamkan," kata Legiman.
Dua anggota keluarga Salamah, kata dia, juga bernasib malang.
Suami dan anak Salamah mengalami luka cidera akibat terkena reruntuhan bangunan rumah.
"Suami Rumini dan anaknya selamat, mereka sekarang dirawat di Puskesmas," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang Bayu Wibowo mengatakan, total jumlah korban yang meninggal dunia terus bertambah.
"Untuk siapa-siapanya kami masih melakukan pendataan dan konfirmasi namanya beserta keluarganya," katanya.
• Warga Datangi Kampung Pasca Erupsi Gunung Semeru, BPBD Ingatkan Potensi Awan Panas Guguran