Berita Bitung
Puluhan Nelayan di Bitung, Terima Pas Kecil Cuma-Cuma
Pas kecil adalah surat tanda kebangsaan kapal, atau dengan kata lain seperti surat-surat kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Puluhan nelayan di Pulau Lembeh, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah dibekali dengan dokumen pas kecil.
Pas kecil adalah surat tanda kebangsaan kapal, atau dengan kata lain seperti surat-surat kendaraan bermotor seperti SIM dan STNK.
Diberikan kepada nelayan tradisional, dengan bobot perahu atau kapal mereka 1 Gross Tonnage (GT).
Menurut Stanislaus Wetik Kepala KSOP Bitung, pemberian puluhan pas kecil oleh Maurits Mantiri Wali kota Bitung, Jumat kemarin.
“Jadi pemberian pas kecil ke nelayan, bentuk perhatian terhadap nelayan,” kata Stanislaus Wetik, Minggu (8/12/2021) kepada tribunmanado.co.id.
Stanislaus Wetik menerangkan, sebelum penyerahan dokumen pas kecil kepada nelayan di Pulau Lembeh, lebih dulu dilakukan pengukuran pada masing-masing perahu milik para nelayan.
Proses pengukuran pertama berlangsung 26 Oktober 2021, ke 31 perahu atau kapal di Kelurahan Binuang Kecamatan Lembeh Utara dipimpin Kepala Seksi status hukum dan sertifikasi kapal (SHSK).
Kemudian berlanjut pada 27 Oktober 2021 di Kelurahan Paudean Kecamatan Lembeh Selatan, ke 37 perahu atau kapal nelayan, tanggal 28 Oktober 2021 di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan 16 perahu atau kapal, Kelurahan Pintu Kota 10 kapal dan Kelurahan Batukota lima kapal.
“Semua proses pengukuran tersebut tidak dipunggut biaya sepeserpun, hingga penerbiatan dokumen pas kecil,” tegasnya.
Pihaknya menargetkan, pemberian pas kecil bisa menyentuh angka 100.
Sementara itu Maurits Mantiri Wali kota Bitung dalam keterangannya bilang, pelaksanaan pemberian dokumen pas kecil ke nelayan juga melibatkan program perikanan di perkumpulan atau solidaritas Manengkel bersama pemerintah setempat.
Menurut Maurits Mantiri kerja-kerja seperti ini, didesain oleh staf khusus Walikota dan Wakil walikota Bitung bekas atau pensiunan dari berbagai latar belakang profesi, mau mengabdi dan membantu pemerintah Kota Bitung.
“Pelayanan public benar-benar terimplementasi, sebagaimana harapan semua. Jangan buat orang susah saat mencari,” tegas Maurits Mantiri.
Pada kesempatan itu Maurits bilang, di Kota Bitung pola kerja kerja dan kerja dengan konsep Selesaikan Persoalan Rakyat (Sepakat) serta dilumuri dengan cinta kasih.
Dengan mencintai semua orang dalam pengabdian, untuk kota Bitung agar di Bitung orang miskin makin kurang, dengan begitu kehidupan akan sehat dan baik-baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pelaksanaan-penyerahan-pas-kecil-ke-para-nelayang-di-kota-bitung-khususnya-di-pulau-lembeh.jpg)