Gempa Bumi
Gempa Terkini Rabu 1 Desember 2021 Sore Guncang Jabar, BMKG Sampaikan Potensi Tsunami di Laut Jawa
Info gempa bumi Rabu (01/12/21) sore di Jawa Barat. Sebelumnya BMKG sampaikan info potensi tsunami di Selat Sunda.
Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
TRIBUNMANADO.CO.ID - Info gempa bumi terkini, Rabu (01/12/21) sore pada pukul 14:01:46 WIB.
Gempa berkekuatan 2.5 SR dan berpusat di laut, 24 kilo meter dari Barat Daya Garut, Jawa Barat ( Jabar).
Lokasi koordinat di 7.23 LS - 107.68 BT dengan kedalaman 10 kilometer.
"Info Gempa Mag:2.5, 01-Dec-21 14:01:46 WIB, Lok:7.23 LS - 107.68 BT (24 km BaratDaya KAB-GARUT-JABAR), Kedlmn: 10 Km ::BMKG"
Sebelumnya, gempa pada pukul 07:54 WIB juga terjadi di wilayah Jawa Barat.
Titik pusat guncangan gempa berada di darat, 18 km dari Barat Laut, Kabupaten Garut.
Magnitudo gempa berkekuatan 2.3 dengan kedalaman 10 kilometer.
"Info Gempa Mag:2.3, 01-Dec-21 07:54:15 WIB, Lok:7.20 LS - 107.73 BT (18 km BaratLaut KAB-GARUT-JABAR), Kedlmn: 10 Km ::BMKG"
Sebelumnya, gempa bumi terkini mengguncang di wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Guncangan gempa itu terjadi pada hari ini Rabu 1 Desember 2021 tadi dini hari.
Kekuatan gempa bermagnitudo 4,0 yang getarkan wilayah tersebut tepatnya berada di 110 kilometer barat daya Sumur.
Gempa bumi terkini melanda di wilayah Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (01/12/2021) dini hari.
Berdasarkan BMKG Wilayah 2, gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 00.54 WIB.
Kekuatan gempa bumi yang melanda daerah itu yakni 4,0 magnitudo.
Pusat gempa bumi berada di 110 kilometer barat daya Sumur, Banten.
Kedalaman pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.
Berikut data gempa berdasarkan unggahan akun resmi BMKG Wilayah 2:
"Info Gempa Mag:4.0, 01-Dec-21 00:54:23 WIB,
Lok:7.24 LS - 104.77 BT (110 km BaratDaya SUMUR-BANTEN),
Kedlmn: 10 Km ::BMKG," tulis BMKG Wilayah 2.
Info BMKG potensi tsunami di Selat Sunda Banten
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyampaikan potensi tsunami di akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 mendatang.
Dari data yang didapat BMKG, potensi tsunami dengan ketinggian 8 meter akan mungkin terjadi di wilayah Selat Sunda.
Potensi tsunami skenario terburuk ini diprakirakan terjadi saat liburan natal dan tahun baru ( Nataru ).
Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat kerja Komisi V DPR dengan Pemerintah, Rabu (1/12/2021).
Dwikora mengungkapkan sejumlah potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia pada saat libur Natal dan Tahun Baru.
Pertama, potensi bencana itu ada di daerah Selat Sunda, tepatnya Cilegon, Banten di mana bencana yang dimaksud adalah tsunami.
"Kami berikan informasi zona yang rawan tsunami misalnya di Cilegon, Banten itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter," kata Dwikorita
Dwikorita tak mengungkapkan lebih lanjut apakah potensi tsunami juga dapat terjadi di daerah lainnya saat Natal dan Tahun Baru.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan potensi bencana lainnya yang dikhawatirkan terjadi yaitu badai tropis.
Potensi itu diungkapkan setelah melihat adanya tren pembentukan badai tropis yang semakin meningkat.
"Jadi hampir setiap Minggu dan bahkan saat ini, kemarin baru selesai badai tropis sebelumnya," kata dia.
Dia menyebut daerah yang telah terjadi badai tropis pada beberapa waktu belakangan, salah satunya Bengkulu.
Dijelaskannya, sempat terjadi badai tropis Nyatoh di sebelah barat daya Bengkulu.
"Dan ini pengaruhnya adalah gelombang tinggi, angin kencang, hujan lebat," ujar dia.
Namun, Dwikorita mengkhawatirkan badai tropis tak hanya berdampak di sekitar Bengkulu.
Ada sejumlah daerah yang disebutnya berpotensi mengalami badai tropis seperti Aceh, bahkan Sulawesi, Gorontalo, Maluku hingga Papua.
"Terutama karena adanya bibit siklon atau bibit badai tropis yang lain," ucapnya.
Dwikorita mengatakan, selain badai tropis Nyatoh, Indonesia juga berpotensi mengalami badai tropis lainnya.
Ia bahkan menyebut ada dua badai tropis yang "mengantre" di belahan bumi Utara Indonesia.
"Jadi poinnya, diprediksi di bulan-bulan Desember, Januari bahkan mungkin sampai Maret itu akan terjadi peningkatan pembentukan badai-badai tropis yang dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap keselamatan transportasi
dan masyarakat terutama pada saat Natal dan Tahun Baru ( Nataru )," kata dia.
Baca juga: Info Terkini Potensi Tsunami 8 Meter di Selat Sunda Rabu 1 Desember 2021, BMKG Imbau Warga Waspada
(TribunManado.co.id/Fra/Kompas.com)