Berita Bolmong
394 Kepala Keluarga Jadi Korban saat Banjir di Kabupaten Bolmong
Kepala BPBD Bolmong Sahril Mokoagow, mengatakan jika banyak warga yang mulai mengungsi pasca air masuk ke rumah mereka.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Lolak, Kabupaten Bоlmоng, Sulawesi Utara (Sulut), ternyata berhasil merendam sebanyak 394 kepala keluarga (KK).
Dari data yang diperoleh Tribunmanado.co.id, 394 kepala keluarga yang menjadi korban banjir ini semuanya berasal dari Desa Sauk, Buntalo Timur, dan Buntalo Selatan.
Kepala BPBD Bolmong Sahril Mokoagow, mengatakan jika banyak warga yang mulai mengungsi pasca air masuk ke rumah mereka.
Untuk Desa Buntalo Selatan sebanyak 189 kepala keluarga, Desa Buntalo Timur sebanyak 190.
Sedangkan di Desa Sauk terdapat 15 kepala keluarga yang terdampak banjir.
"Banyak keluarga yang mulai mengungsi pasca banjir ini," kata dia.
Namun, Sahril Mokoagow memastikan jika saat ini air sudah surut dan kembali normal.
"Sekarang sudah surut," ujarnya.
Ia menambahkan jika Bolmong memang masih berstatus sebagai daerah rawan bencana.
Hal itu dibarengi dengan dikeluarkannya surat keputusan (SK) dari Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow terkait daerah rawan bencana.
SK tersebut dikeluarkan hingga 31 Desember 2021.
Selain itu, ada juga 348 rumah juga ikut menjadi korban dalam peristiwa banjir ini.
Sebelumnya diketahui, Hujan deras yang melanda Kabupaten Bоlmоng, membuat puluhan rumah dari tiga desa di Kecamatan Lolak terendam banjir.
Dari informasi yang diperoleh Tribunmanado.co.id, Rabu (1/12/2021) di BPBD Bolmong, ketiga desa tersebut yakni Desa Buntalo Timur, Desa Sauk, dan Desa Buntalo Selatan.
Kepala BPBD Bolmong Sahril Mokoagow, melalui Kabid Tanggap Darurat Abdul Muin Paputungan membenarkan informasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kediaman-warga-yang-terendam-banjir.jpg)