Breaking News:

Tribun Manado Travel

Kastangel dan Spekulas, Dua Kue Natal Sulut Warisan Kolonial Belanda

Kue natal di Minahasa yang ngetop seperti kue keju batang dan spekulas, berakar dari Belanda dan punya sejarahnya sendiri.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Kue natal di Minahasa. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kebudayaan Minahasa, etnis mayoritas di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), banyak terpengaruh oleh Belanda

Salah satunya adalah kue natal. Kue natal di Minahasa yang ngetop seperti kue keju batang dan spekulas, berakar dari Belanda dan punya sejarahnya sendiri. 

Kue spekulas misalnya. Kue ini biasa disantap saat perayaan hari Santa Nikolaus di Belanda dan beberapa negara eropa lainnya. 

Kue Spekulas berwarna coklat. Bahannya tepung, gula, mantega, kayu manis, jahe, cengkeh, kapulaga, merica dan pala. 

Konon kue ini memakai rempah - rempah karena dipengaruhi kejayaan rempah - rempah yang menghidupi eropa di masa lampau. 

Rempah - rempah menjadi alasan Belanda menjajah Indonesia. 

Di Minahasa Utara, kue spekulas beroleh sentuhan lokal dengan ditambahkannya kenari pada bagian atasnya. 

Kenari adalah tanaman yang banyak dijumpai di wilayah Airmadidi. 

Sedang kue keju punya nama Belanda yang beken. Kastengel. Artinya batangan keju.

Grace Sally warga Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, provinsi Sulawesi Utara mengatakan, membuat kue keju sudah jadi tradisi keluarganya jelang natal. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved