Berita Bitung
Warga Pinasungkulan Bitung Minta Kepastian Relokasi
Warga Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung menuntut kepastian atas diri mereka terkait keberadaan dan aktivitas PT MSM/TTN
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Warga Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung menuntut kepastian atas diri mereka terkait keberadaan dan aktivitas pertambangan emas PT Meares Soputan Mining (MSM)/ Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
PT MSM/TTN saling lempar tanggung kawab untuk proses ganti untung atas rencana pemindahan kampung.
Kunjungan Menteri Energi dan dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif diharapkan memberikan titik terang.
Hingga saat ini, perusahaan tambang di bawah PT Archi Indonesia tersebut masih menunggu hasil kajian untuk melakukan pemindahan atau relokasi.
Perusahaan saling melempar bola terkait siapa yang hendak bertanggung jawab atas ganti untung lahan rumah dan kebun milik warga
Warga ganti untung Rp 25 juta per meter atas lahan mereka bia hendak direlokasi.
Mereka juga belum mendapat kepastian apakah hanya sebagian atau seluruh desa yang akan dipindahkan.
Kelurahan Pinasungkulan memiliki dua lingkungan dan delapan RT, lingkungan I ada 142 kepala keluarga dan lingkungan 2 ada 87 kepala keluarga.
Deputy Manager External Relation PT MSM/TTN Herry Inyo Rumondor, relokasi Kelurahan Pinsungkulan hanya di lingkungan 2 atau Tinerungan.
Sampai saat ini prosesnya kajiannya sedang berlangsung, dimana bersama pemerintah kota Bitung telah membentuk tim relokasi.
“Kalau ganti untuk pemerintah, bukan domain kami (perusahan),” kata Herry Rumondor beberapa hari lalu.
Terkait dengan nilai ganti untung yang disodorkan masyarakat, Rp 25 juta per meter dasarnya adalah negosiasi.
Adapun Julius Ondang Asissten I Setda Kota Bitung dalam keterangannya, menegaskan bahwa pemerintah kota Bitung tidak masuk ke ranah pembayaran ganti untung.
“Kami hanya melakukan fasilitasi. Mengenai ganti untung semua itu dari perusahan, bukan dari pemerintah,” tegas Julius Ondang, di konfirmasi Kamis (25/11/2021).
Julius Ondang menerangkan, untuk rencana pindah kampung pemerintah Kota Bitung hadir atas persetujuan masyarakat melakukan pengukuran tanah, bidang pekarangan dan bangunan.
Langkah ini, sudah disetujui berdasarkan hasil rapat dengan masyarakat yang dihadiri mewakili kepala keluarga dan 71 keluarga yang hadir 84 orang.
Hadirnya pemerintah, untuk fasilitas sebelum tim apraisel turun melakukan penilaian, harus ada yang namanya nominatif tanah dan bangunan.
“Nah, nominative tanah dan bangunan saat dari kelurahan dan pemerintah kota Bitung belum ada. Sehingga harus dilakukan pengurukan kembali,meski sudah pernah dilakukan pengukuran pada tahun 2014 tapi datanya tidak ada sampai sekarang,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bitung bentuk tim pengukur dari Dinas Perkim dan tim percepatan, yang di ketuai Hendry Sakul Kepala Dinas Perkim, sedang melakukan pengukuran tersebut dan progresnya sudah 60 sampai 70 persen.
Lanjutnya, berdasarkan penyampaian masyarakat selama ini ketika diperhadapkan dengan masalah dengan perusahan pemerintah terkesan tidak pernah hadir, sehingga momen ini mereka berkeinginan untuk hadir dan telah dilakukan untuk memfasilitasi.
Terpisah Ayen Kambey masyarakat lingkungan II Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Sulut membenarkan saat ini pemkot Bitung tengah melakukan pengukuran luas pekarangan rumah, luas jalan hingga pekuburan.
Pengukuran yang tengah dilakukan di dampingi Lurah, kepala lingkungan, ketua RT dan pemilik lahan.
Sementara itu untuk ganti untung, belum ada kejelasan seperti apa dan belum ada uraian secara jelas.
“Terkait keinginan kami masyarakat, untuk ganti untung Rp 25 juta per meter belum ada tanggapan dari pihak perusahan,” kata Ayen Kambey yang juga tokoh pemuda Tinerungan Kelurahan Pinasungkulan.(crz)
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Bitung ke Manado Ibu kota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki Gunung Dua Sudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km².
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar. (crz)
Baca juga: Jennifer Jill Keluhkan Tagihan Listrik Rumahnya yang Capai Puluhan Juta: Bisa Beli 12 Tas Sebulan
Baca juga: Niat Sholat Jumat Lengkap Artinya
Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pagi, Pensiunan 81 Tahun Tewas, Korban Dihantam Motor Tiger saat Menyebrang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kelurahan-pinasungkulan-kecamatan-ranowulu-kota-bitung-provinsi-sulawesi-utaragjfjfhgj.jpg)