Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perayaan Natal di Sulut

Pemerintah Minta Ibadah Natal Digelar Hibrid, Desak Gereja Bentuk Satgas Penanganan Covid-19

Masyarakat diminta tetap waspada dengan Covid-19, yang tetap menyerang berbagai negara dengan varian barunya.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
IST/KPCPEN
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mendaulat para pahlawan dalam perang melawan Covid 19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Masyarakat diminta tetap waspada dengan Covid-19, yang tetap menyerang berbagai negara dengan varian barunya.

Pemerintah telah menyiapkan beberapa aturan untuk menghadapi kegiatan perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).

Di sisi lain, pemerintah mengimbau agar pihak gereja membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro. (Ignatius Toto Satrio via Tribunnews.com)

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro.

"Umat Kristiani yang akan beribadah dan merayakan hari Natal, pemerintah meminta agar gereja membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19," ungkap Reisa pada konferensi pers virtual, Jumat ,(26/11/2021).

Nantinya, satuan tugas gereja ini dapat berkoordinasi dengan satgas penanganan Covid-19 daerah.

Sementara tujuan pembentukan satgas untuk menjamin keamanan dan keselamatan selama perayaan Natal.

Baca juga: Luhut Buka Suara Adanya Penolakan PPKM Level 3 Saat Nataru hingga Singgung Soal Karantina Wisatawan

Termasuk memasukkan opsi melakukan ibadah secara hibrid. Memberikan ibadah secara berjamaah dan kolektif di gereja.

Lalu mengatakan ibadah secara daring dengan penataan yang telah disiapkan pengurus dan pengelola gereja.

Baca juga: Penarikan Mahasiswa KKN, Rektor IKTGM Kotamobagu Berterima Kasih kepada Pemda Boltim

Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Bintang - Anima, Mudah Dipelajari

 
"Agar kapasitas tidak melebih 50 persen dari batas maksimum. Kami yakin KWI, PGI dan organisasi keagamaan Nasrani lainnya sudah punya rujukan prokes dan peraturan ibadah yang baik," kata Reisa lagi.

Apa lagi ini merupakan Natal kedua yang dialami selama pandemik Covid-19. Oleh karenanya disarankan beribadah dengan menjaga kesehatan dalam kehangatan rumah bersama keluarga.

"Ini bukan tahun baru pertama tidak berlebihan merayakan. Ini kali kedua merayakan dengan bersyukur, hikmat di rumah saja Bersama orang tercinta dan keluarga tersayang," pungkasnya.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pemerintah Meminta Pihak Gereja Bentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Ibadah Secara Hibrid, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/11/26/pemerintah-meminta-pihak-gereja-bentuk-satuan-tugas-penanganan-covid-19-dan-ibadah-secara-hibrid.
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Endra Kurniawan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved