Breaking News:

Sosok Tokoh

SOSOK Arteria Dahlan, Anggota DPR yang Kerap Kontroversi, Heboh dengan Sebutan 'Yang terhormat'

Politikus PDI-P baru menjadi anggota DPR pada 23 Maret 2015 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Sosok Arteria Dahlan yang Ibunya Cekcok dengan Wanita di Bandara, Pernah Maki Kemenag 

Pada Pemilihan Umum 2019, Arteria pun kembali melenggang ke Senayan dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, serta Kabupaten dan Kota Kediri.

Pada periode 2019-2024, Arteria duduk di Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Adapun pengalaman organisasinya di PDI-P dimulai pada 2010 ketika ia menjadi kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Pusat PDI-P tahun 2010-2015.

Lalu, pada 2017, ia dipercaya menjadi koordinator Deputi Pengamanan Suara Badan Pemenangan Pemilu Pusat DPP PDI-P serta Deputi Bidang Hukum Badan Penelitian dan Pengambangan Pusat DPP PDI-P.

Selain itu, Arteria menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang sejak tahun 2017.

Anggiat Pasaribu Akan Temui Arteria Dahlan di Kompleks Parlemen Senayan Siang Ini

Kontroversi

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan memberi pernyataan pers bersama ibundanya, Wasniar Wahab, dan peremuan yang cekcok dengannya, Rindu Anggiat Pasaribu, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/11/2021).
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan memberi pernyataan pers bersama ibundanya, Wasniar Wahab, dan peremuan yang cekcok dengannya, Rindu Anggiat Pasaribu, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/11/2021). ((KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D))

Arteria pernah meminta dipanggil dengan sebutan "Yang terhormat" oleh pimpinan KPK.

Permintaan itu ia sampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPR pada 2017.

Ketika diberi kesempatan bicara, ia memprotes kelima pimpinan KPK yang sejak awal tak memanggil anggota Dewan dengan sebutan "Yang terhormat".

"Ini mohon maaf ya, saya kok enggak merasa ada suasana kebangsaan di sini. Sejak tadi saya tidak mendengar kelima pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan 'Yang terhormat'," ujar Arteria.

Terakhir, Arteria menyatakan, polisi, jaksa, dan hakim semestinya tidak bisa ditangkap dalam OTT karena merupakan simbol negara dalam penegakan hukum.

Sebab, menurut dia, OTT selama ini justru membuat gaduh dan menyebabkan rasa saling tidak percaya antarlembaga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Profil Arteria Dahlan, Anggota Dewan yang Kerap Timbulkan Kontroversi 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved