Penanganan Covid
Ternyata Begini Upaya Kreatif Pejuang Vaksin Berjibaku Yakinkan Masyarakat Lawan Covid-19
Namun anggapan dan rasa takut itu seketika sirna tatkala melihat teman-teman sebayanya yang telah divaksin baik-baik saja.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah terus melakukan upaya penanganan covid.
Mulai dari kampanye memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.
Bahkan hingga adanya vaksinansi.
Di berbagai daerah di Indonesia pun genjar melakukan proses vaksinasi.
Saat vaksinasi itu pun kejadian menarik.
Raut wajah Nurul Akmal tampak takut saat melihat jarum suntik berisi vaksin covid-19 menembus kulit lengan rekannya.
Saat itu Nurul, santriwati Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen masih terbesit kekhawatiran mendalam akan efek yang ditimbulkan setelah teman-temannya divaksin.
Namun anggapan dan rasa takut itu seketika sirna tatkala melihat teman-teman sebayanya yang telah divaksin baik-baik saja.
"Pada awalnya mau divaksin, ada rasa takut, tapi setelah beberapa santriwati yang telah divaksin, kondisinya sehat-sehat saja, rasa takut saya itu hilang dan langsung saya minta divaksin," ujar Nurul.

Selain gadis ini, beberapa santriwati lainnya mengaku datang ke lokasi konter vaksin tanpa ada paksaan, melainkan dengan kesadaran sendiri.
Kegiatan vaksinasi covid-19 di Dayah Mudi Mesra Gampong Putoh, Kecamatan Salamanga, Kabupaten Bireuen berlangsung, Selasa lalu (26/10/2021).
Para santri atas kesadaran sendiri membentuk kelompok-kelompok kecil berjumlah 20 orang untuk satu kelompok. Penyuntikan vaksin kepada santri, dilakukan secara gelombang.
Setelah kelompok yang pertama selesai, baru masuk kelompok kedua dan seterusnya. Semua proses vakasinasi berjalan tertib di 19 konter vaksin yang di buka di kompleks Dayah Mudi Mesra, Samalanga.
"Santri laki dan santriwati yang divaksin umumnya berusia di atas 17 tahun dan mereka mau divaksin setelah kita berikan pemahaman tentang maksud dan tujuan dari vaksin tersebut," kata Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga, Tgk H Hasanoel Bhasry HG.
Selain untuk melawan virus corona, vaksinasi untuk kalangan santri dayah juga dinilai penting sebagai 'legalitas' untuk melanjutkan belajar ke jenjang pendididikan lebih tinggi.