Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut Pukul 16.10 WIB, Pemotor Megapro Tewas, Saksi: Benturan Keras, 3 Korban Tergeletak
Terjadi kecelakaan maut di Jalan Beringin Raya, Tambakaji, Kota Semarang, Jawa Tengah pada kemarin hari Rabu sore.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Jalan Beringin Raya, Tambakaji, Kota Semarang, Jawa Tengah pada kemarin hari Rabu sore.
Kecelakaan itu melibatkan 2 kendaraan sepeda motor yang mengalami kecelakaan.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor tewas di tempat kejadian.
Baca juga: Nasib Teddy Pardiyana dan Bintang Memprihatinkan, Putri Delina Malah Bongkar Sebuah Fakta Lain
Baca juga: Gempa Tadi Pukul 07.03 WIB Kamis 18 November 2021, Guncang Tasikmalaya Jabar, Info BMKG Magnitudo
Baca juga: Kisah Kolonel Alex Kawilarang Tampar Soeharto, Bohongi Atasan hingga Presiden saat Situasi Genting
Foto: Seorang pemuda tewas selepas alami kecelakaan adu banteng di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021). (Relawan Semarang)
Hendri Kurniyawan (18) tewas selepas alami kecelakaan maut di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021) sekira pukul 16.10 WIB.
Korban merupakan warga Kalikangkung, Gondoriyo, Ngaliyan.
Korban tewas selepas motornya Honda Megapro pelat H2572CO adu banteng dengan Supra X 125 H5542ADW yang belum diketahui identitas pengemudinya.
"Iya betul tadi ada suara benturan keras sekali.
Saya lihat di jalan sudah ada tiga korban tergeletak," papar saksi mata Saman yang juga satpam di pabrik PT Jhon Glove factory yang dekat lokasi kejadian.
Menurutnya, kecelakaan melibatkan dua motor antara Megapro dan Supra X 125.
Dua motor tersebut dikendarai tiga orang.
Megapro dua orang berboncengan tanpa kenakan helm sedangkan Supra dikendarai satu orang yang memakai helm.
"Motor Megapro dari arah Selatan atau arah Beringin.
Sebaliknya Supra dari arah utara atau dari SMA N 8 Semarang," paparnya kepada Tribunjateng.com.
Foto: Seorang pemuda tewas selepas alami kecelakaan adu banteng di Jalan Beringin Raya atau depan gedung asrama PGSD Unnes, Tambakaji, Kota Semarang, Rabu (17/11/2021). (Relawan Semarang)
Korban meninggal di lokasi kejadian adalah pengemudi Megapro.
Ia alami luka parah di kepala mengenakan jemper hijau dan celana pendek krem.
Dua korban lainnya hanya alami luka ringan berupa luka lecet.
Dua korban tersebut belum diketahui identitasnya.
Kedua korban luka dibawa ke sebuah klinik di Beringin dan satunya dibawa ke RS Tugu.
Korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUP Kariadi.
"Yang pemotor Supra tertindih motornya, karena gemuk ia sulit gerak.
Pembonceng Megapro selamat bahkan masih sempat berdiri sendiri," kata Saman.
Ia menyebut, kecelakaan terjadi lantaran Megapro melaju kencang dari arah selatan ke utara.
Ia menduga Megapro hendak menyalip mobil tapi dari arah berlawanan melaju motor Supra X 125.
"Diduga saat nyalip itulah mereka tabrakan.
Mobil yang disalip jenis apa kurang tahu," bebernya.
Pantauan Tribunjateng.com di lapangan, kedua motor alami kerusakan parah di bagian stang kemudi.
Korban dievakuasi sekira pukul 16.55.
Polisi mengevakuasi dua motor tersebut pada pukul 17.15.
Setelah itu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara hingga pukul 17.30.
Hingga berita ini diturunkan, Tribunjateng.com masih mengkonfirmasi kejadian kecelakaan tersebut ke Satlantas Polrestabes Semarang.
(TribunJateng.com/iwan Arifianto)
Berita Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Kecelakaan 2 Motor Plat H, Megapro Tubruk Supra, 1 Orang Meninggal: Tak pakai helm