Apa Itu
Apa Itu Dimethyl Ether? Produk Hilirisasi Batubara yang Disebut Bakal Gantikan Gas Elpiji
Pemerintah berencana mengganti konsumsi gas masyarakat dari Liquified Petroleum Gas (Elpiji) menjadi Dimethyl Ether (DME).
Kementerian ESDM telah menyusun road map pengembangan dan pemanfaatan batu bara.
Akan dilakukan optimalisasi pemanfaatan batubara dalam negeri dengan penerapan tekonologi ramah lingkungan (clean coal technology) hingga tahun 2045.
Melansir Kontan, 1 September 2021, satu dari delapan program yang telah dirancang dalam road map pengembangan dan pemanfaatan batubara, yakni gasifikasi batubara untuk menghasilkan DME.
Gasifikasi batubara untuk menghasilkan DME dilaksanakan sebab kebutuhan LPG semakin meningkat.
Saat ini, sebanyak 75-78 persen konsumsi LPG dalam negeri masih dipenuhi oleh impor.
“Produk hilirisasi batubara berupa DME dapat mensubstitusi LPG sedangkan methanol untuk menggantikan bahan baku industri kimia,” tutur Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko.
Dituliskan dalam situs resmi Kementerian ESDM, proyek coal to DME dilakukan oleh PT Bukit Asam yang bekerjasama dengan PT Pertamia dan Air Product di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Investasi yang ditanamkan cukup besar, senilai 2,1 miliar dollar AS atau setara Rp 30 triliun.
Menurut rencana, proyek gasifikasi batu bara akan mengonsumsi 6 juta ton batubara per tahun, dengan target produksi DME sebesar 1,4 juta ton per tahun, dan mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu DME yang Disebut Bakal Gantikan Gas Elpiji?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sejumlah-warga-kabupaten-bolmong-resah-dengan-kabar-bakal-naiknya-harga-gas-elpiji.jpg)