Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, September 2021 Tembus 423 Miliar Dollar AS

Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman seiring lebih tingginya pinjaman yang jatuh tempo dibanding penarikan pinjaman

Editor: Finneke Wolajan
Pixabay
Ilustrasi uang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Naik lagi jumlah Utang Indonesia

Posisi Utang Luar Negeri ini tumbuh 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).

Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi Utang luar negeri Indonesia sampai dengan kuartal III-2021 sebesar 423,1 miliar dollar AS atau setara Rp 6.008 triliun (asumsi kurs Rp 14.200 per dollar AS).

"(Pertumbuhan ULN) lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2 persen yoy," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono

"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik dan sektor swasta," tambahnya.

Erwin menjelaskan, posisi ULN pemerintah sampai dengan akhir September 2021 sebesar 205,5 miliar dollar AS atau setara Rp 2.918,1 triliun.

Posisi itu tumbuh 4,1 persen secara tahunan, lebih rendah dari pertumbuhan kuartal II-2021 sebesar 4,3 persen yoy.

Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman seiring lebih tingginya pinjaman yang jatuh tempo dibanding penarikan pinjaman.

Hal ini terjadi di tengah penerbitan Global Bonds, termasuk Sustainable Development Goals (SDG) Bond sebesar 500 juta euro.

"Dari sisi risiko refinancing, posisi ULN Pemerintah aman karena hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah," kata Erwin.

Selain itu, ULN bank sentral juga mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Namun, Erwin menyebutkan, kenaikan itu tidak menimbulkan tambahan beban bunga utang.

"Dibandingkan triwulan II 2021, posisi ULN Bank Sentral pada triwulan III 2021 mengalami peningkatan sebesar 6,3 miliar dollar AS menjadi 9,1 miliar dollar AS terutama dalam bentuk alokasi Special Drawing Rights (SDR)," ujarnya.

Sementara itu, ULN swasta pada triwulan III-2021 tumbuh sebesar 0,2 persen yoy, setelah pada periode sebelumnya mengalami kontraksi 0,3 persen secara yoy.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved