Berita Sulut
Garuda Indonesia Proyeksikan Angkut 1.000 Ton Tuna dan Komoditas Pertanian Sulut Menuju Jepang
Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada menandatangani kerja sama perluasan layanan pengangkutan komoditas ekspor
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada menandatangani kerja sama perluasan layanan pengangkutan komoditas ekspor dengan Pemprov Sulut pada Rabu 3 November 2021 lalu.
Kerja sama itu sebagai bentuk optimalisasi sinergitas dalam upaya pemulihan ekonomi daerah khususnya Sulut melalui penyediaan dan peningkatan layanan distribusi logistik komoditas ekspor unggulan dari Sulut.
Adapun penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia dengan Gubernur Sulawesi Utara pada tanggal 18 Oktober 2021 sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekspor Sulut khususnya melalui sektor perdagangan dan perindustrian.
Penandatanganan perluasan kerja sama tersebut dilaksanakan langsung oleh Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi bersama dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Edwin Kindangen di kantor pusat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Melalui perluasan kerja sama ini Garuda Indonesia akan mendukung aktivitas direct export melalui angkutan komoditas ekspor kargo dengan proyeksi angkutan sebesar 1000 ton kargo yang terdiri dari komoditas kemaritiman khususnya ikan tuna.
Selain itu, komoditas pertanian, di antaranya bawang merah, gula aren, dan termasuk budidaya bunga krisan. Komoditas tersebut akan diterbangkan menuju Narita, Jepang secara bertahap hingga periode November 2022 mendatang.
Pengiriman komoditas ekspor unggulan Sulut tersebut akan dilayani Garuda Indonesia melalui rute penerbangan langsung khusus kargo Manado – Narita yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado setiap hari Rabu, pukul 23.40 waktu setempat dan tiba di Narita International Airport pada pukul 06.15 waktu setempat.
Ekspor langsung ini menggunakan armada A330-200 yang memiliki kapasitas angkutan mencapai 30 ton di setiap penerbangannya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, perluasan kerja sama tersebut merupakan realisasi komitmen Garuda Indonesia dan Pemprov Sulut dalam mengoptimalkan kontribusinya terhadap upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional khususnya.
Kata Irfan, sebagai maskapai pembawa bendera bangsa tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi Garuda untuk dapat berkontribusi dalam menghadirkan jaringan pengiriman kargo bagi komoditas unggulan nasional ke pasar dunia.
"Dalam hal ini Sulut yang dikenal sebagai salah wilayah penghasil tuna segar terbesar di Indonesia," jelasnya.
Sepanjang Semester 1 - 2021 rute penerbangan kargo Manado - Narita yang dilayani Garuda Indonesia berhasil mencatatkan jumlah tonase sebesar 317 ton.
Dimana, angkutan tersebut berasal dari komoditas ekspor unggulan dari Manado maupun wilayah Indonesia Timur lainnya.
Irfan melanjutkan, dengan waktu pengiriman yang lebih singkat tanpa harus melakukan transit di beberapa hub penerbangan, kualitas dan kesegaran produk komoditas ekspor ini akan menjadi lebih terjaga.
"Tentunya dengan cost logistik yang lebih kompetitif," jelas Irfan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/garuda-indonesia-dan-pemprov-sulut-memulai-kembali-ekspor-langsunghgfh6867867.jpg)