Breaking News:

Berita Mitra

Endus Kejanggalan, Hillary Lasut Kawal Kasus Penganiayaan di Mitra

Anggota Fraksi Nasdem, DPR RI tersebut, ikut menurunkan tim mengawal persidangan di Pengadilan Negeri Tondano, Minahasa.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Kasus penganiaiaan dengan tersangka Switly Kairupan, Arfi Momuat dan Kenzi Neman, dirasa janggal oleh Hillary Brigita Lasut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus dugaan penganiaiaan dengan tersangka Switly Kairupan, Arfi Momuat dan Kenzi Neman, ketiganya warga Minahasa Tenggara, dirasa janggal oleh Hillary Brigita Lasut.

Hingga, Anggota Fraksi Nasdem, DPR RI tersebut, ikut menurunkan tim mengawal persidangan di Pengadilan Negeri Tondano, Minahasa.

Hillary mengatakan setelah mendapat laporan serta kronologis kasus ini dari keluarga, dirinya merasa sangat janggal.

“Saya akan mengkonfirmasi terkait kasus ini ke pihak Polres Mitra dan Polda Sulut,” ujarnya.

Bahkan dirinya mengatakan akan mengawal terus persidangan Switly dan kawan-kawan untuk melihat keadilan dan kebenaran dari fakta persidangan.

“Karena fakta persidangan hari ini pun terbukti bahwa BAP yang dilakukan Polres Mitra banyak kesalahan. Contohnya yang paling fatal adalah korban tidak meninggal dunia tetapi ditulis meninggal dunia,” ujarnya.

Pengacara yang menjadi Kuasa Hukum ketiganya, N. O. Karamoy, SH memastikan kliennya bukan tersangka seperti yang didakwakan kepada mereka.

“Semua saksi, sampai saksi yang terakhir tadi memberikan keterangan bahwa klien saya tidak berada di lokasi dan waktu kejadian."

"Bahkan tersangka tunggal inisial AK telah mengakui dirinya yang melakukan, klien saya tidak terlibat,” ujarnya disaat selesai persidangan.

Ia mengatakan yang aneh, kliennya dijadikan pesakitan sejak Rabu (7/7/2021), sehari setelah terjadi kejadian tersebut, sedangkan tersangka tidak ditahan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved