Penembakan di Bolsel

Fakta Baru Penembakan di Bolsel, Maikel Anggota Perbakin, Yunus Sembunyi Namun Peluru Kena di Kepala

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast diketahui bahwa pelaku bersama temannya sedang mengkonsumsi miras.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rhendi Umar
Istimewa
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga Ranotana Kota Manado berinisial A melakukan penembakan terhadap dua orang yang mengakibatkan meninggal dunia di Desa Saibuah, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel, Sulawesi Utara.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast diketahui bahwa pelaku bersama temannya sedang mengkonsumsi miras.

"Sehingga akibat pengaruh alkohol maka terjadi percekcokan antara terduga pelaku dengan korban bernama Yunus Rompis (60) warga Posigadan," ujar Kabid Humas, Kamis (4/11/2021).

Kabid Humas melanjutkan, setelah percekcokan, pelaku mengambil senjata milik temannya Maikel Worang yang ada di kendaraan miliknya.

Korban Yunus sempat berusaha bersembunyi di balik Maikel Worang, namun tetap tidak luput dari tembakan pelaku.

Selanjutnya, pemilik dari senjata api Maikel Worang juga sempat mengambil senjata tersebut namun berakhir dengan perselisihan dan pelaku pun melepaskan tembakan kedua hingga menyebabka Maikel meninggal dunia.

"Menurut penyelidikan awal kami, usai pelaku A melakukan penembakan, ia kemudian melakukan aksi bunuh diri," pungkas Kabid Humas.

Untuk senjata yang digunakan, lanjut Kabid Humas, merupakan senjata berburu laras panjang berkaliber 7.62mm dengan merk G Stayer.

"Alasan Maikel Wongkar memiliki senjata tersebut karena dia merupakan anggota Perbakin Sulawesi Utara sehingga kepemilikan senjata terdaftar atas nama dirinya," ujar Kabid Humas.

Kronologi

Penembakan yang terjadi di Desa Saibuah, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolsel, Sulut, menghebohkan jagad dunia Maya.

Pasalnya ada tiga korban jiwa dalam persidangan tersebut.

Ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, Camat Posigadan Harmin Manoppo mengatakan jika ketiga korban sebenarnya adalah teman.

Harmin mengatakan jika peristiwa ini berawal ketika dua korban yang bernama Yusuf dan Andika sedang melakukan pesta miras.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved