Gadis Tenggelam
Demi iPhone 12, Seorang Gadis Nekat Menyelam Malah Ditemukan Tewas, Teman: Sudah Larang Tapi Ngeyel
Ingin mendapatkan HP iPhone yang jatuh dari pasangan kekasih, remaja ini malah nekat menyelam ke sungai untuk mendapatkan iPhone 12.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ingin mendapatkan HP iPhone yang jatuh dari pasangan kekasih.
Remaja ini malah nekat menyelam ke sungai untuk mendapatkan iPhone 12.
Akibat hal nekat yang dilakukannya, akhirnya korban ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Masih Ingat Yunita Lestari? Mantan Istri Daus Mini, Kini Pakai Hijab dan Bahagia Bersama Suami Baru
Baca juga: Kapolres Kotamobagu Dicopot Setelah Kisruh PT BDL dan Ramai Tagar #SulutMenangis di Twitter
Baca juga: Geger Perempuan Ditemukan Tewas di Apartemen Area Jaksel, Kerabat Curiga Lama Tak Masuk Kerja
Foto : Gadis muda yang tewas usai cari Iphone dibuang pacar. (kolase Basarnas dan Tribun Jatim)
Gadis muda dari Surabaya ini harus mengalami nasib naas.
Remaja berinisial DA (16) warga Kajudan, Kecamatan Mulyorejo ini meninggal karena tenggelam..
Ia ditemukan tak bernyawa di Sungai Ketabang Kali, Genteng, Kota Surabaya pada Senin (1/11/2021).
Sebelumnya, DA dinyatakan hilang di Sungai Ketabang Kali pada Minggu (31/10/2021) sore.
Usai menghilang, keberadaan DA pun diusut Basarnas setempat.
Tim Pencarian Basarnas Surabaya mencari keberadaan DA dari Minggu sore hingga Senin pagi.
Kronologi Remaja Hilang di Sungai
Ditemukan tewas di Sungai Ketabang Kali, penyebab DA tenggelam terungkap.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jatim, teman korban, Vallent Kudato Tacazily memberi kesaksian.
Diungkap Vallent, awalnya DA nekat berenang menyusuri Sungai Ketabang Kali karena ingin mencari iPhone 12 yang tercebur.
Ponsel tersebut adalah milik sepasang kekasih.
Kabarnya, pasangan kekasih itu sengaja menceburkan HP tersebut pada Sabtu (30/10/2021) karena percekcokan.
Mengetahui peristiwa tersebut, DA pun nekat dan tergiur ingin mencari ponsel tersebut.
"Jam 15.30 WIB. Iya mencari ponsel orang yang jatuh. Orang pacaran. Hp dilempar itu tadi malam. Katanya berantem," ungkap Vallent dikutip TribunnewsBogor.com dari TribunJatim.com pada Senin (1/11/2021).
Vallent mengakui dirinya sejak awal merasakan firasat tidak enak dengan rencana korban yang ingin mencari ponsel tersebut.
Namun apa daya, korban terlanjur antusias dan ingin sekali mencari ponsel iPhone itu.
"Nyemplung, saya bilang 'aku enggak renang'. Korbannya ini minta 'ayo renang, lumayan dapat hp'. Saya sudah melarang tapi ngeyel," kata Vallent.
Awalnya korban berenang di pinggir sisi selatan bibir sungai untuk mendeteksi kedalaman sungai.
Setelah memastikan bahwa sungai tersebut dangkal dan arusnya dirasa tidak berbahaya, DA pun berenang ke arah tengah.
Vallent mengungkapkan, korban sempat mengajaknya menceburkan diri untuk ikut mencari ponsel.
"Saya ikuti dipinggir pinggir. dia bilang 'wes gak jeru mas' (udah gak dalam). Tapi feeling saya sudah gak enak. Dia gak mau, tetap renang," jelasnya.
Tak lama DA berenang ke tengah sungai, malapetaka tiba-tiba terjadi.
Korban meminta pertolongan saat menyusuri sisi tengah sungai tersebut.
Mendengar temannya minta tolong, Vallent pun turun ke dalam sungai untuk memegang anggota tubuh korban.
Namun saat korban berupaya diangkat ke sisi utara pinggir sungai, mendadak pegangan korban pun terlepas.
Hingga akhirnya Vallent sadar bahwa temannya itu menghilang terbawa arus sungai.
"Saya tarik ke arah pinggir sana, sudah mau dekat ke pinggir, dia lepas tangan saya, pas saya cari sudah gak ada," pungkas Vallent.
Foto : ilustrasi tenggelam. (istimewa)
Jasad Ditemukan
Satu hari menghilang, jasad DA akhirnya ditemukan.
Jasad DA ditemukan Basarnas Surabaya pada Senin (1/11/2021) pukul 09.35 WIB.
Komandan Tim Pencarian Basarnas Surabaya Octavino mengungkapkan, tubuh korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Lokasinya, tiga kilometer (Km) ke sisi barat, dari titik dikabarkan tenggelam pada Minggu (31/10/2021) kemarin.
"Ke sisi barat, jadi dia ikuti arus. Posisinya mengambang (antara dasar dan permukaan). Ditengah sungai, bukan di pinggir sungai," kata Octavino dikutip dari Surya.co.id pada Senin (1/11/2021).
Oktavino menambahkan, posisi tubuh korban saat pertama kali ditemukan, dalam keadaan mengambang di antara dasar dan permukaan sungai.
Sepintas, kondisi tubuh korban, dalam keadaan utuh, atau belum mengalami proses pembusukan.
Petugas gabungan langsung melakukan proses evakuasi dengan mewadahi jenazah korban ke dalam kantung jenazah warna hitam milik BPB Linmas Pemkot Surabaya.
Lanjut Octavino, jenazah korban langsung dibawa ke RS Soewandhi menggunakan mobil ambulan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.
"Tidak ada tersangkut benda-benda (dasar sungai). Masih utuh, belum (busuk). Tadi dievakuasi ke kamar mayat RS Soewandhi," pungkas Octavino.
Artikel ini telah tayang di Tribun Bogor