Cerita Alkitab
Sosok Yosafat, Raja Yehuda yang Berperang dengan Doa Puasa, Hidup Menurut Jalan Tuhan
Menurut catatan Alkitab, Yosafat berumur 35 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 25 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam Alkitab diceritakan tentang sosok raja Yehuda bernama Yosafat.
Menurut catatan Alkitab, Yosafat berumur 35 tahun pada waktu ia menjadi raja dan 25 tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi.
Pemerintahan Yosafat umumnya berlangsung dengan baik.
Kitab Tawarikh mencatat bahwa TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya.
Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel (Utara).
Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya.
Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat.
Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN.
Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala, meskipun masih ada orang-orang yang mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan itu.
Namun, sisa pelacuran bakti yang masih tinggal dalam zaman Asa, ayahnya, dihapuskannya dari negeri itu.
Yosafat mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka.
Berperang dengan Doa dan Puasa
Kisah tentang peperangan yang dilakukan oleh raja Yosafat di akhir pemerintahannya sangat menakjubkan. Pembelaan dan pertolongan Tuhan terjadi sebagai akibat dari doa dan pujian yang dinaikkan.
Ketika melihat pasukan tentara musuh yang besar, maka, “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.