Prakiraan Cuaca
Peringatan Dini BMKG Terkait Kemunculan La Nina, Berpotensi Akhir Tahun hingga Februari 2022
BMKG melaporkan adanya perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Peringatan dini terkait kemunculan La Nina.
BMKG melaporkan adanya perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Peringatan tersebut disampaikan melalui laman bmkg.go.id pada Jumat (29/10/2021).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta agar peringatan dini tentang kemunculan La Nina tidak disepelekan begitu saja.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, peringatan dini yang disampaikan bukanlah untuk menakut-nakuti masyarakat.
Hal itu disampaikan Dwikorita saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi La Nina dan potensi bencana hidrometeorologi, Jumat (29/10/2021) lalu.
"Peringatan dini yang dikeluarkan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan jeda waktu yang bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat fenomena cuaca dan iklim bisa diprakirakan," ujar Dwikorita, dilansir laman BMKG.
Sebelumnya, BMKG telah menyampaikan Peringatan Dini untuk waspada terhadap datangnya La-Nina menjelang akhir tahun ini.
Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.
Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang menjadi La Nina yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022.
Ancaman La Nina berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.
• Merry Ungkap Momen Terberat Selama Jadi Asisten Raffi Ahmad: Saya Nangis Sekenceng-kencengnya
Dwikorita meminta Pemerintah Daerah serius menanggapi peringatan dini La Nina yang dikeluarkan BMKG guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar.
"Mohon kepada daerah untuk tidak menyepelekan peringatan dini La Nina ini. Jangan sampai melupakan upaya mitigasi dan fokus pada penanggulangan pasca kejadian. Mitigasi yang komprehensif akan bisa menekan jumlah kerugian dan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi," ungkap Dwikorita.
Dwikorita menyebut, statistik kebencanaan saat ini didominasi oleh peristiwa-peristiwa bencana yang terkait dengan cuaca/iklim.