Harga Tes PCR
Tanggapan Susi Pudjiastuti soal Harga Tes PCR yang Kini Diturunkan Menjadi Rp 275 Ribu-300 Ribu
Salah satunya mantan menteri Susi Pudjiastuti pun menanggai soal penurunan harga tersebut.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui sebelumnya harga tes PCR diturunkan.
Hal tersebut mendapat perhatian publik hingga beberapa pengamat.
Salah satunya mantan menteri Susi Pudjiastuti pun menanggai soal penurunan harga tersebut.
Baca juga: Hasil Empoli vs Inter Milan, Nerazzurri Raih 3 Poin, Kini Naik ke Posisi Tiga Klasemen Liga Italia
Baca juga: Nasib Garuda Indonesia yang Dikabarkan Akan Digantikan Pelita Air Service Akibat Terlilit Utang
Baca juga: Kebakaran Pukul 19.20 WIB, Ribuan Ayam Terpanggang Akibat Kandangnya Terbakar, Pemilik Rugi Rp 3 M
Foto : Tes PCR. Presiden Jokowi minta harga tes PCR diturunkan. (Kompas.com/Garry L)
Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di Indonesia.
Sejumlah cara sudah dilakukan pemerintah untuk meneken angka penyebaran Covid-19 ini.
Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan membatasi mobilitas masyarakat.
Susi Pudjiastuti turut memberikan tanggapan terkait penurunan harga tes polymerase chain reaction (PCR).
Diketahui sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan batas biaya tertinggi tes PCR di Jawa-Bali Rp 275.000 dan Rp 300.000 untuk daerah di luar dua pulau itu.
Ketentuan ini berlaku mulai Rabu ini (27/10/2021).
Kabar ini diungkapkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir.
"Dari hasil evaluasi, kami sepakati batas tarif tertinggi real time PCR menjadi Rp 275.000 untuk daerah Jawa-Bali serta Rp 300.000 untuk luar Jawa dan Bali," kata Abdul dalam konferensi pers secara virtual, Rabu.
Abdul mengatakan, tarif tersebut diputuskan setelah melakukan evaluasi terhadap komponen-kompenen tes PCR, seperti layanan, harga reagen, dan biaya administrasi overhead.
Ia meminta semua fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan laboratorium, menerapkan ketentuan harga tertinggi tes PCR yang telah ditetapkan.
"Kami harap Dinkes provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan tarif tertinggi untuk pemeriksaan tes PCR sesuai kewenangan masing-masing," ujarnya.
Lebih lanjut, Abdul mengatakan, evaluasi tarif tertinggi tes PCR ini akan ditinjau ulang sesuai kebutuhan.
Terkait dengan hal ini, Susi Pudjiastuti memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi.
Foto : Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) mengambil sampel dengan metode swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2020). Untuk memutus rantai penularan Covid-19, Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Namun Susi Pudjiastuti yakin bahwa harga tes PCR masih bisa turun lagi.
Bahkan bisa sama seperti di India.
Hal ini diungkapkan Susi Pudjiastuti lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.
"Apresiasi Pak Presiden Tangan melipat Mohon berkenan arahannya terus supaya harga PCR bisa sama dengan India.
Bapak selalu bilang negara lain bisa, Indonesia juga harus bisa," tulis Susi Pudjiastuti.
(TribunPalu.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Harga Tes PCR Jadi Rp 275 Ribu, Susi Pudjiastuti Yakin Masih Bisa Turun Lagi: Indonesia Harus Bisa.