Maskapai Penerbangan
Ini Daftar Maskapai Penerbangan Indonesia yang Bangkrut, Bagaimana Nasib Garuda Indonesia?
Hal tersebut dikarenakan Garuda Indonesia terlilit hutang yang fantastis, dan makin terpuruk sejak pandemi Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui beredar kabar Garuda Indonesia di ambang kebangkrutan.
Hal tersebut dikarenakan Garuda Indonesia terlilit hutang yang fantastis, dan makin terpuruk sejak pandemi Covid-19.
Terkait hal tersebut berikut ini daftar maskapai penerbangan Indonesia yang kini sudah bangkrut.
Baca juga: Cantik dan Awet Muda, Inilah Sosok Istri Mandra yang Jarang Disorot, Sukses Curi Perhatian
Baca juga: Dulu Viral Karena Ketampanannya, Nasib Penjual Teh Pinggir Jalan Ini Tak Terduga, Potret Terbarunya
Baca juga: Kepala Kepolisian NRFPB KKB Sayap OPM Siap Sukseskan Peparnas 2021 di Papua, Janji Tak Akan Berulah
Garuda Indonesia tengah di ambang kebangkrutan. BUMN ini terlilit utang jumbo yakni di atas Rp 70 triliun. Kondisi keuangan semakin babak belur karena anjloknya jumlah penumpang di masa pandemi Covid-19.
Belum lagi, Garuda Indonesia juga harus melawan berbagai tuntutan PKPU di pengadilan dari para kreditur dan lessor yang bisa berujung pada status pailit.
Garuda terlilit utang
Garuda Indonesia diketahui beberapa kali melakukan penundaan pembayaran utang yang sudah jatuh tempo kepada para krediturnya. Utang akan semakin membengkak karena di sisi lain perhitungan bunga terus berjalan.
Tak hanya itu, Garuda Indonesia menyebut sudah menambah penasihat keuangan Guggenheim Securities, LLC untuk mengevaluasi alternative strategis perusahaan menghadapi tantangan akibat pandemi.
Gunggenheim akan bekerja sama dengan penasihat Garuda yang sudah ada yakni PT Mandiri Sekuritas, Cleary Gottlieb Steen &Hamilton LLP dan Assegaf Hamzah & Partners.

Foto : maskapai Garuda Indonesia. (wikipedia)
Pada Juni 2021 lalu saja, Garuda Indonesia tercatat sempat memiliki utang 4,9 miliar dolar AS atau setara Rp 70 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar Rp 1 triliun setiap bulan karena terus menunda pembayaran kepada pemasok.
Perusahaan memiliki arus kas negatif dan utang minus Rp 41 triliun. Tumpukan utang tersebut disebabkan pendapatan perusahaan yang tidak bisa menutupi pengeluaran operasional.
Berdasarkan pendapatan Mei 2021 Garuda Indonesia hanya memperoleh sekitar 56 juta dolar AS dan pada saat bersamaan masih harus membayar sewa pesawat 56 juta dolar AS, perawatan pesawat 20 juta dolar AS, bahan bakar avtur 20 juta dolar AS, dan gaji pegawai 20 juta dolar AS.
Sementara jika berdasarkan data laporan keuangan terakhir yang dirilis Garuda Indonesia pada kuartal III 2020, BUMN penerbangan itu mempunyai utang sebesar Rp 98,79 triliun yang terdiri dari utang jangka pendek Rp 32,51 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 66,28 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lembaga-anti-korupsi-inggris-selidiki-maskapai-garuda-indonesia-soal-pembelian-pesawat-bombardier.jpg)