Berita Boltim
Kisah Fitri Tumbelaka, Tenaga Sukarela di Daerah Terpencil Desa Bukaka Boltim
Setelah melewati tahapan wawancara dan lain sebagainya, dirinya lolos diterima sebagai pegawai tidak tetap.
Penulis: Rustaman Paputungan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Fitri Tumbelaka A.Md (27) adalah seorang bidan yang bertugas di PUSTU Daerah Terpencil Satu, Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Kurang lebih sudah 4 tahun dirinya melayani masyarakat di sana.
Saat ditemui tribunmanado.co.id, Minggu (24/10/2021) di rumahnya di Desa Bulawan Dua Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Fitri ditemani oleh suaminya Opan Mamonto.
Fitri bercerita awal mula dia ditempatkan di Desa Bukaka.
"Waktu tahun 2018 saya melamar di Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong Timur," tutur dia.
Setelah melewati tahapan wawancara dan lain sebagainya, dirinya lolos diterima sebagai pegawai tidak tetap.
"Kami cabut undi dan saya dapatnya di Desa Bukaka," ujar dia.
Sudah banyak masyarakat Bukaka yang ia bantu.
Ia melayani masyarakat mulai dari persalinan, luka, sakit dan lain-lain.
Bagi dia, seorang bidan di Desa Terpencil ibarat Dokter umum.
Meski begitu, dirinya menuturkan kalau saat ini status dirinya bukan lagi sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT), melainkan tenaga sukarela.
Hal itu berlaku pasca semua tenaga Honor, PTT, dan THL dirumahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Mesk begitu, dirinya ikhlas untuk membantu masyarakat yang ada di Desa Bukaka.
"Apalagi untuk daerah sendiri," ujarnya.
Dia juga bercerita bagaimana gajinya waktu masih PTT hingga sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/fitri-tumbelaka-amd-27-tengah-melakukan-tugasnya-sebagai-bidan.jpg)