Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Super Pandit

Sejarah El Clasico: Rivalitas Barcelona vs Real Madrid ke-247 Tetap Panas dan Sarat Prestise

Real Madrid dan Barcelona tetaplah dua klub Spanyol yang berpengaruh terhadap perkembangan sepakbola dunia.

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
(LALIGA)
Aksi Lionel Messi pada laga El Clasico Barcelona vs Real Madrid pada Februari 2020. 

Barcelona dan Real Madrid langsung bertanding di babak semifinal yang tersaji di Hipodromo, Kota Madrid, 13 Mei 1902.

Dalam laga tersebut, Blaugrana berhasil mengatasi perlawan Los Blancos dengan skor telak 3-1.

Laga itu pun tercatat secara resmi sebagai pertemuan pertama kali sepanjang sejarah dua tim raksasa di Negeri Spanyol.

Rivalitas yang tumbuh antara Barcelona dan Real Madrid sudah tak diragukan lagi, pertandingan anatar dua tim terbaik di spanyol tersebut selalu menghadirkan laga yang keras dan berkualitas.

El clasico merupakan salah satu laga terbesar dalam sejarah olahraga berkat ketatnya catatan rekor yang dimiliki oleh kedua kesebelasan dalam melakoni deretan kompetisi yang mereka mainkan.

Rivalitas panas antara Barcelona dan Real Madrid bermula terjadi kala pertemuan keempat mereka di turnamen Copa del Rey.

Saat itu, Real Madrid dianggap menang dengan cara kotor, lantaran gol kemenangan yang dicetak Los Blancos adalah hasil dari keputusan wasit yang kontroversial.

Para pemain Real Madrid
Para pemain Real Madrid ((La Liga/Twitter))

Hakim garis tak mengangkat bendera padahal jelas-jelas pemain Real Madrid sudah berada di posisi terlarang atau offside.

Akhirnya, dalam rentang tahun 1937 hingga 1939, tidak ada kompetisi resmi yang bergulir di Negeri Matador.

Hal tersebut membuat Barcelona dan Real Madrid harus menunda kelanjutan rivalitas mereka di atas lapangan akibat timbulnya perang saudara di Spanyol.

Namun, perang yang terjadi justru membuat rivalitas antara kedua tim semakin memanas.

Pada tahun 1936, jenderal Francisco Franco sempat memerintahkan pasukannya untuk meniadakan presiden Barcelona kala itu, Josep Sunyol i Garriga.

Kondisi tersebut semakin membuat keadaan makin panas dan berkembang menjadi rivalitas politik antara Barcelona dan Real Madrid.

Saat itu sepakbola dianggap sebagai katalis dalam kekuatan politik dan budaya peradaban yang seringkali digunakan untuk memenuhi ambisi para konglomerat untuk berkuasa.

Tahun ke tahun dan musim ke musim, rivalitas antara kedua tim tersebut tak hanya hadir di lapangan ataupun ranah politik saja.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved