Breaking News:

Berita Sitaro

Pengaturan Kegiatan Keagamaan di Sitaro Diserahkan ke Pengurus Rumah Ibadah

Joicson Sagune mengatakan, dalam edaran terbaru, pihaknya mulai melonggarkan beberapa kegiatan, seperti kegiatan keagamaan dan pemerintahan.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Sitaro, Joicson Sagune. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus melandai.

Data mencatat, hingga kini jumlah kasus aktif Covid-19 di daerah berjuluk Bumi Karangetang Mandolokang Kolo Kolo (Karamando) itu tersisa dua kasus yang pasiennya sedang menjalani isolasi.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, Level 2, Level 3, Level 4, Kabupaten Kepulauan Sitaro masuk dalam kategori Level 2.

Imendagri ini pun ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Bupati Kepulauan Sitaro yang mengatur pembatasan kegiatan pemerintahan, keagamaan dan kemasyarakatan, hingga kegiatan di tempat-tempat umum.

Koordinator Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sitaro, Joicson Sagune mengatakan, dalam edaran terbaru, pihaknya mulai melonggarkan beberapa kegiatan, seperti kegiatan keagamaan dan pemerintahan.

"Memang ada beberapa kelonggaran, termasuk soal ibadah kita sudah serahkan kepada pengurus gereja maupun mesjid, atau rumah-rumah ibadah yang ada," kata Sagune, Jumat (22/10/2021).

Namun demikian, dalam edaran dimaksud tetap diingatkan kepada pengurus seluruh rumah ibadah di Kabupaten Sitaro untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, khususnya penggunaan masker.

Terkait jumlah orang yang akan mengikuti prosesi ibadah, Sagune bilang hal itu diserahkan kepada pengurus-pengurus rumah ibadah.

"Jadi kami tetap berharap peran aktif dari pengurus rumah-rumah ibadah untuk dapat menindaklanjuti isi dari surat edaran ini guna mencegah terjadi penyebaran virus corona," lanjutnya.

Selain pengaturan kegiatan keagamaan, pihaknya juga telah melonggarkan aktifitas pemerintahan yang kini dimungkinkan dengan penerapan 100 persen Work From Office atau bekerja dari kantor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved