Doa Bacaan
Surah Al A'la, Bacaan Lengkap dengan Terjemahan, Berikut Keutamaannya
Surah Al-A'la sebaiknya diamalkan pada sholat Jumat. Ada banyak keutamaan dari Surah Al A'la.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Surah Al-A'la sebaiknya diamalkan pada sholat Jumat.
Ada banyak keutamaan dari Surah Al A'la.
Berikut bacaan lengkap dengan keutamaan Surat Al A'la.
InsyaAllah kita akan mendapatkan pahala sepuluh kebaikan dengan hitungan setiap huruf yang diturunkan Allah atas Nabi Ibrahim, Musa, Isa, semoga Allah memberikan kepada mereka semua.
Dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi menyebutkan beberapa riwayat mengenai keutamaan surah Al-A’la.
Keutamaan Surah Al A'la
1. Orang yang membaca surah Al-A’ala, dia akan mendapatkan pahala kebaikan sebanyak huruf yang telah diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa. Hal ini berdasarkan riwayat berikut;
Dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata; Rasulullah Saw berkata kepadaku, ‘Barangsiapa membaca surah ‘Sabbihisma robbikal a’laa, maka Allah akan memberinya pahala sepuluh kebaikan dengan hitungan setiap huruf yang diturunkan Allah atas Nabi Ibrahim, Musa, Isa, semoga Allah memberikan kepada mereka semua.
2. Surah Al-A’la merupakan surah yang dicintai oleh Nabi Saw. Hal ini berdasarkan riwayat berikut;
Dari Sayidina Ali bahwa dia pernah berkata; Nabi Saw mencintai surah ini, yaitu Sabbihisma robbikal a’laa.
3. Surah Al-A’la termasuk surah yang dibaca oleh Nabi Saw ketika melaksanakan shalat Witir. Hal ini berdasarkan riwayat berikut;
Dari Imran bin Hushain bahwa sesungguhnya Nabi Saw melaksanakan shalat Witir dengan membaca surah Sabbihisma robbikal a’laa, Qul yaa ayyuhal kafirun, dan Qul huwallaahu ahad.
Bacaan Surah Al A'la
Al A'la termasuk golongan surat Makkiyah yang diturunkan di Mekkah dan terdiri dari 19 ayat.
Surat Al A'la adalah surat ke 87 dan juz 30 dalam Al Quran.
Dinamakan Al A'la yang artinya "Yang paling tinggi" diambil dari ayat pertama surat ini.
DIkutip dari quran.com ayat pertama surat Al A'la berupa tauhid yang telah dipadatkan menjadi satu kalimat.
Nama Allah harus dimuliakan dan ditinggikan dan tidak boleh diingat dengan nama apapun selainNya.
Oleh karena itu, untuk pembenahan akidah, yang utama adalah bahwa Allah SWT harus diingat hanya dengan nama-nama indah yang sesuai dengan-Nya.
Dikutip dari quran.kemenag.go.id berikut bacaan surat Al A'la ayat 1-19:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَىۙ - ١
Sabbiḥisma rabbikal-a’lā
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,
الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰىۖ - ٢
Allażī khalaqa fa sawwā
Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).
وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰىۖ - ٣
Wallażī qaddara fa hadā
Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,
وَالَّذِيْٓ اَخْرَجَ الْمَرْعٰىۖ - ٤
Wallażī akhrajal-mar’ā
dan Yang menumbuhkan rerumputan,
فَجَعَلَهٗ غُثَاۤءً اَحْوٰىۖ - ٥
Fa ja’alahụ guṡā`an aḥwā
lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.
سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسٰىٓ ۖ - ٦
Sanuqri`uka fa lā tansā
Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,
اِلَّا مَا شَاۤءَ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفٰىۗ - ٧
Illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā
kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرٰىۖ - ٨
Wa nuyassiruka lil-yusrā
Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰىۗ - ٩
Fa żakkir in nafa’atiż-żikrā
oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,
سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَّخْشٰىۙ - ١٠
Sayażżakkaru may yakhsyā
orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,
وَيَتَجَنَّبُهَا الْاَشْقَىۙ - ١١
Wa yatajannabuhal-asyqā
dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
الَّذِيْ يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرٰىۚ - ١٢
Allażī yaṣlan-nāral-kubrā
(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),
ثُمَّ لَا يَمُوْتُ فِيْهَا وَلَا يَحْيٰىۗ - ١٣
Tsumma lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰىۙ - ١٤
Qad aflaḥa man tazakkā
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰىۗ - ١٥
Wa żakarasma rabbihī fa ṣallā
dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ - ١٦
Bal tu`ṡirụnal-ḥayātad-dun-yā
Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ - ١٧
Wal-ākhiratu khairuw wa abqā
padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ - ١٨
Inna hāżā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ - ١٩
ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
(Tribunnews.com/ Devi Rahma Syafira)
Telah tayang di: