Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Sosok Aiptu Zakaria alias Jacklyn Chopper, si Polisi Nyentrik Ditembus 11 Peluru, Begini Kabarnya

Sosok Aiptu Zakaria atau Jacklyn Chopper alias Bang Jack. Si polisi nyentrik Polda Metro Jaya. Begini nasibnya kini.

Editor: Frandi Piring
Tribun Manado/Tribun
Kabar terbaru Aiptu Jakaria (45) atau yang lebih akrab dikenal dengan nama Jacklyn Choppers atau Bang Jack. Kini dimutasi. Pernah tertembak 11 peluru saat bertugas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Aiptu Zakaria atau yang dikenal dengan sebutan Jacklyn Chopper, anggota polisi Polda Metro Jaya.

Bang Jack, panggilan lain Aiptu Zakaria memang tak luput dari sorotan. Dengan penampilan nyentrik, berambut gondrong, ia dikenal banyak orang.

Rekam jejak tugas Bang Jack begitu mempuni. Bahkan ia sempat tertembak 11 peluru saat bertugas menangani kasus perampokan 2007 silam.

Kini Aiptu Zakaria dimutasi oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran.

Bersama Aipda Ambarita, Aiptu Zakaria viral karena memaksa periksa ponsel warga.

Diberitakan sebelumnya, Aiptu Zakaria bersama rekannya di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Aipda Monang Parlindungan Ambarita, dimutasi ke Bidang Humas.

Mutasi ini berdasarkan surat telegram Kapolda Metro Jaya bernomor ST/458/X/KEP/2021 tertanggal 18 Oktober 2021 kemarin.

Kabar <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/aiptu-zakaria' title='Aiptu Zakaria'>Aiptu Zakaria</a> alias <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/jacklyn-chopper' title='Jacklyn Chopper'>Jacklyn Chopper</a>, si Polisi Nyentrik Ditembus 11 Peluru, Kini Kena Mutasi

(Foto : Kabar Aiptu Zakaria alias Jacklyn Chopper, si Polisi Nyentrik Ditembus 11 Peluru, Kini Kena Mutasi (Youtube Bamsoet Channel)

Adapun surat itu ditandatangani Karo SDM Kapolda Metro Jaya, Kombes Putra Narendra.

Mutasi ini terjadi setelah Aipda Ambarita menjadi sorotan setelah videonya memeriksa paksa handphone warga viral di media sosial.

Dalam video itu, Aipda Ambarita bersama anggota lainnya tengah memeriksa ponsel salah seorang warga yang terkena razia patroli malam.

Namun, warga tersebut menolak karena merupakan ranah privasinya.

Aipda Ambarita mengaku pemeriksaan ponsel warga merupakan wewenang Polri yang telah diatur dalam undang-undang.

Hal ini pun menuai pro kontra lantaran pemeriksaan paksa ponsel dinilai tindakan sewenang-wenang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved